Lokal

Ruas Jalan Lau Njuhar dan Liang Jering Selesai Dikerjakan

Proses Pengerjaan jalan di Lau Njuhar

Sidikalang- Dairi Pers :  Setidaknya 6 titik longsoran yang mentup akses jalan yang menghubungakan liang jering dan Lau Njuhar kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi rampung dikerjakan Dinas PUTR dan BPBD Dairi  jelang perayaan idul fitri. Proses pengerjaan yang berlangsung selama dua minggu itu menurunkan alat berat milik pemkab Dairi dan kini sudah dapat dilalui kendaraan

PLT Kepala Dinas PUTR Dairi Anggara Sinurat menyebutkan putusnya bahu jalan di dua desa yakni Lau Njuhar dan Liang Jering yang dilaporkan Camat Tanah Pinem langsung diperintahkan Bupati Diri DR Eddy Berutu kepada  PUTR dan BPBD Dairi untuk secepatanya dibuka kembali, sebut Sinurat

Dikatakan di desa Lau njuhar kerusakan bahu jalan yakni tebing longsor dan bahu jalan yang amblas. “ Memang ini harus dikerjakan alat berat tidak mungkin dapat dikerjaan manual manusia, Longsoran tergolong besar . Kita berkordinasi dengan aparat desa dan Camat tanah pinem yang selanjutnya dapat kita rampungkan, jelasnya.

Sepanjang 7 km diperbaiki dan kini sudah dapat dilalui. Proses pekerjaaan tanggal 7 Mei hingga 13 Mei 2020.  Kontur jalan berpasir dan berlumpur. “ Kontur jalan demikian memang rawan terhadap air semisal hujan. Jadi dibutuhkan upaya lebih dan membuat drasinase parit jalan agar air hujan tidak menggerus tebing, sebutnya.

Sementara itu untuk bencana alam di Liang Jering disebutkan Anggara kalau peroses pengerjaan sejak tanggal 14 mei hingga 20 Mei.  Sepanjang 8 km bahu jalan harus diperbaiki karena bahu jalan longsor dan bahu jalan tertutup longsoran tebing.

Jelang lebaran tahun ini longsoran di desa Liang jering sudah dibersihkan dan kini sudah dapat dilalui kendaran dan truk. Sejak dikabarkan terkena beacana longsoran 24 April memang dua desa ini terisolasi karena tidak dapat dilalui kendaraan sama sekali.

Dikatakan hasil utama dua desa ini jagung dan kemiri. Selama masa perbaikan terpaksa hasil panen pertanian masyarakat tidak dapat dipasarkan karena tidak adanya kendaraan dapat melintas. “ Sekarang sudah dapat dilalui kendaran meski harus hati hati karena jalan masih licin. Kita  perhatikan juga truk pengangkut hasil panen petani juga sudah masuk dan aktifitas warga berangsur normal kembali, Pungkasnya. (hen)