Sosial

Rapid Test PDIP di Pasar Sidikalang, 2 Reaktif

Dokter yang akan melakukan Rapid di kantor PDIP Dairi

Sidikalang- Dairi Pers : Bakti social PDI Perjuangan Dairi dalam rapid test langsung kepada Masyarakat di Pusat Pasar Sidikalang Rabu (14/10)  ditemukan dua peserta rapid test gratis itu reaktif. Keduanya langsung dievakuasi tim Gugus Dairi untuk dirawat.

Demikian ketua DPC PDI Perjuangan Dairi Resoalon Lumban Gaol yang diwawancarai Dairi Pers Rabu (14/10). Dikatakan Rapid test Covid 19 massal tahap II yang diinisiasi oleh
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sidikalang itu diikuti 60 orang. Dua orang dinyatakan reaktif.

Kita menyampaikan fakta ini sehingga dapat disikapi pemkab Dairi. Dari 60 peserta dua reaktif itu artinya perlu kewaspadaan dan menjadi perhatian terpadu Tim Gugus Kabupaten Dairi. Kita ingin pemkab Dairi langsung melakukan test massal dalam skala besar . Ini untuk kepentingan rakyat Dairi, Sebutnya.

Terkait kegiatan rapid test yang diinisiasi PDI Perjuangan ini Resoaloon mengatakan kegiatan ini
merupakan bentuk partisipasi DPC PDI Perjuangan Dairi dalam rangka membantu pemerintah khususnya kabupaten Dairi dalam mencegah, dan meminimalisir penyebaran Covid 19 di Kabupaten Dairi,

“Ini bentuk pertisipasi kami sekaligus membantu pemerintah mengingat persebaran Covid 19 yang belum juga usai” tegasnya.

Resoalon Lumban Gaol menambahkan kegiatan ini merupakan kegiatan kedua kalinya di kabupaten Dairi dan berencana akan melakukan kegiatan serupa di kecamatan lain di Kabupaten Dairi.

Disebutkan hingga kini vaksin untuk covid belum distribusi. Maka langkah terbaik adalah menjalan protokoler kesehatan dan tetap menjaga ketahanan immun tubuh dengan vitamin.

Bapak Anak

Resoalon menyebutkan untuk rapid test dilakukan dokter dan dilakukan gratis ditanggung PDI Perjuangan Dairi.

Dua orang yang dinyatakan rekatif diketahui Bapak dan Anak warga Sidikalang. Sehari harinya yang bersangkutan diketahui mobile tinggi dalam bersosialiasi kepada masyarakat maupun kantor pemerintah. Untuk itu disebutkan Resoalon perlu kewaspadaan dengan prokoler kesehatan. (Hen)