Lokal

Rapat TPID Dairi, Sikapi Ancaman Inflasi

Rapat Tim Inflasi

Sidikalang- Dairi Pers : Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Dairi Tahun 2020 melakukan rapat  rabu (12/8) guna menyikapi ancaman inflasi yang bakal terjadi .  Tim yang telah ditetapkan melalui Keputusan (SK) Bupati Dairi No. 163/589.05/III/2020 tertanggal 10 Maret 2020 tentang pembentukan TPID Dairi tahun 2020 diharapkan dapat bekerja dalam pengendalian inflasi. Rapat ini dihadiri Wakil Ketua Divisi Pengembangan Ekonomi BI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara yang diwakili Asisten Direktur Bapak Bahtiar Zaadi dan Asisten Manajer Ibu Uswatun Hazanah.

Bupati Dairi, Dr. Eddy Berutu  yang  memimpin rapat TPID Dairi menyebutkan agar tim dapat mencukupi kebutuhan data. karena data merupakan kebutuhan yang sangat vital dalam pengendalian inflasi di Dairi.

“Pentingnya pengendalian inflasi, karena tingkat inflasi rendah dan stabil menjadi indikator pertumbuhan ekonomi yang baik. Hal ini juga selaras dengan faktor permintaan dan penawaran merupakan permasalahan kompleks, perlu intervensi untuk kestabilan inflasi serta untuk mempertahankan tingkat pendapatan riil untuk menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya.

Eddy meminta  seluruh unsur TPID memberi kontribusi masing-masing untuk memastikan tingkat inflasi yang stabil dan rendah sebagai prasyarat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dimana sektor pertanian sebagai penyumbang PDRB utama harus difasilitasi dibina untuk tetap berproduksi maksimal dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Dairi.

Pengendalian meliputi karakteristik Inflasi yang didominasi pengaruh faktor kejutan (shocks) terkait gangguan produksi oleh bencana alam, kenaikan barang administered price. Demikian juga dengan ekspektasi inflasi pelaku ekonomi masih bersifat backward looking.

“Inflasi dipengaruhi beberapa faktor yakni kendala pasokan dan distribusi, keterbatasan infrastruktur, struktur pasar terdistorsi dan mekanisme pembentukan harga dan ekspektasi inflasi bersifat unfavorable shocks. Sehingga kebutuhan data penyusunan tingkat inflasi sangat dibutuhkan,” tambahnya.

Ketua Pelaksana Harian  Tim Drs. Leonardus Sihotang dalam pemaparan data pemantauan harga bapokting di Kabupaten Dairi periode Januari-Juli 2020, menekankan inflasi yang terjadi pada awal pandemi covid-19 bulan maret 2020 sudah berganti menjadi deflasi pada saat ini, mengindikasikan turunnya permintaan, sehingga Pemkab perlu mengambil langkah-langkah strategis menjaga semangat petani /pengusaha UMKM tetap bertahan untuk berproduksi normal.

Sedang  Bahtiar Zaadi memaparkan navigasi pemulihan ekonomi pada kondisi new normal yang menekankan perlunya koordinasi TPID secara rutin dengan pedoman 4 K yaitu ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, serta komunikasi efektif. Bank Indonesia mengapresiasi langkah-langkah yang sudah dilaksanakan oleh Pemkab Dairi dalam menjaga stabilitas harga bapokting, dan kedepannya diharapkan telah tersedianya BUMD yang berfungsi sebagai stabilisator harga mengingat Dairi adalah sentra produksi pertanian. Diinformasikan bahwa Sumatera Utara pada bulan Juli 2020 terus mengalami deflasi 0,25% mtm dibandingkan bulan Juni 2020 deflasi 0,07 %. (Erikson Sirait)