Kriminal

Rampokan Emas 6,8 Kg Ditemukan di Dairi, Siapa Hendrik Tampubolon Pemain Utama ini?

tiga tersangka perampokan Toko Mas Simpang limun terekam CCTV

Sidikalang-Dairi Pers : Setelah berlalu hampir tiga pekan, pelaku perampokan   dua toko emas Aulia Chan dan Masrul F di Pasar Simpang Limun, Kota Medan di Pasar Simpang Limun, Kota Medan, yang terjadi pada Kamis, 26 Agustus 2021 lalu, akhirnya dipaparkan. Mereka ada lima orang, yakni Hendrik Tampubolon (38 tahun), Dian, Farel (21 tahun), Paul (32 tahun), dan Prayogi alias Bejo (25 tahun).

Dikutip dari kompas dan tribun Dalam paparan di Mapolda Sumatera Utara hari Rabu (15/9/2021), hanya empat yang dihadirkan. Itu karena tersangka pertama, Hendrik Tampubolon, sudah meninggal dunia karena ditembak mati oleh polisi. Polisi menyebut, Hendrik ditembak mati karena melawan saat dibawa untuk menunjukkan lokasi arah pelarian serta tempat titik kumpul mereka saat beraksi.

Setelah mengumpulkan bukti-bukti kuat dan keterangan sejumlah saksi, polisi pertama menangkap Hendrik di rumah orangtuanya di Sidikalang, Kabupaten Dairi. Di sanalah dia bersembunyi sejak melakukan perampokan itu.

Dia ditangkap pada Kamis, 9 September 2021.  Saat menangkapnya di Sidikalang, polisi menemukan tiga senjata api yang digunakan Hendrik bersama komplotannya saat beraksi. Senjata api itu disembunyikan di bawah timbunan dedaunan kering di belakang rumah orang tuanya.

Hendrik disuruh langsung menyerahkan senjata-senjata itu kepada polisi. “Pistolnya yang satu lagi mana? Yang pendek, yang pendek. Kan tiga, kan tiga,” kata salah seorang polisi kepada Hendrik.

Saat diringkus, Hendrik mengenakan kaos hitam dan jins biru.  Selain senjata api, emas sebanyak 6,8 Kg hasil rampokan juga disembunyikan di belakang rumah Hendrik. Emas itu awalnya disimpan di atas plafon rumah, sebelum kemudian ditimbun di dalam tanah.

Emas tersebut diserahkan oleh para komplotan Hendrik dan tidak sempat dijual sedikitpun oleh Hendrik.

Kronologi Perampokan

Dalam kasus ini, Dian adalah teman dekat Hendrik yang pertama bertemu dengan Hendrik untuk mengatur strategi dan mencari orang dalam aksi. Dian adalah orang yang bertugas merekrut Prayogi, Paul, dan Farel, lalu mempertemukan mereka dengan Hendrik.

Prayogi, Paul, dan Farel dijanjikan uang Rp100 juta oleh Hendrik saat direkrut. Hendri menyuruh tiga orang yang direkrutnya itu untuk mengobservasi di Pasar Tradisional Simpang Limun Medan, dalam menentukan toko besar yang akan menjadi sasaran perampokan. Adapun observasi itu dilakukan pada Rabu (25/8/2021) siang. Setelah observasi, Hendri memutuskan perampokan akan dilakukan pada Kamis (26/8/2021) siang.

Kemudian, Hendrik  mempersenjatai mereka dengan senjata api jenis FN. Sementara Hendri sendiri memegang senjata laras panjang dan senjata api jenis revolver tidak digunakan.

Mereka kemudian berangkat dari rumah D menuju lokasi. “Dari fakta yang ditemukan, hasil penyelidikan bahwa kegiatan ini terencana dengan baik. Kenapa demikian, yang pertama, sebelum melakukan (perampokan) mereka observasi,” ungkap Kapoldasu Panca.

Usai merampok melarikan diri dengan melepas tembakan

Kedua, lanjut Panca, seluruh pelaku menggunakan atau melapisi tangannya dengan hansaplas dengan tujuan sidik jarinya tidak terlihat oleh polisi. Kemudian kendaraan yang digunakan juga merupakan hasil kejahatan.

Hendri menggunakan sepeda motor hasil perampokan di Rokan Hulu, lalu dibawa ke Medan. Sedangkan FA dan PR menggunakan sepeda motor yang juga hasil pencurian dengan kekerasan di kawasan Percut Sei Tuan, Deli Serdang pada tanggal 20 Agustus 2021.

Terlatih

 Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan para pelaku sebelumnya berpengalaman melakukan perampokan. Dikatakannya, otak perampokan itu seorang pria yang menjadi DPO Polda Riau, yakni Hendri Tampubolon (38) .

saat penemuan emas 8,6 kg di Dairi

Hampir Gagal

Namun, lanjut Panca aksi komplotan pimpinan Hendrik Tampubolon itu hampir gagal lantaran melihat ada seseorang di lokasi toko emas itu berpakaian coklat. Mengira kalau itu petugas dari kepolisian, komplotan itu enggan mendekat melainkan hanya mengelilingi pasar.

Hendrik langsung memimpin dengan menodongkan senjata kepada orang berbaju coklat, Satpam pasar dan pemilik toko.

“Jadi mereka mencurigai ada seseorang ini berpakaian seperti petugas memakai baju coklat. Akhirnya mereka batal menuju toko emas tapi memutar sambil memperhatikan orang yang mereka curigai itu,” ungkapnya.

Meski begitu, mereka berhasil memecahkan steling emas kedua toko emas dan menggasak sejumlah perhiasan, empat pelaku itu langsung meninggalkan Pasar Simpang Limun sambil beberapa kali meletuskan senjata ke udara.

Para pelaku berhasil kabur dengan membawa emas dan menembak seorang tukang parkir bernama Julius Ardi Simanungkalit.

“Dan pada akhirnya di tempat parkir sepeda motor, para tersangka ini berhadapan dengan tukang parkir yang sempat menghalangi para pelaku. Namun, Hendrik menembak korban dan mengenai dibawah telinganya,” kata Panca. Ditaksir tidak lebih dari 8 menit perampokan itu terjadi,



Emas hasil rampokan dibawa ke Batangkuis

Setelah berhasil membawa emas hasil rampokan, dua sepeda motor perampok melaju dari Pasar Simpang Limun menuju Jalan Balaidesa Kecamatan Batangkuis, Kabupaten Deli Serdang. Di salah satu lokasi, keempat pelaku itu menyerahkan emas hasil perampokan kepada Hendrik Tampubolon.

“Ternyata lokasi itu adalah tempat biasa HT ini memancing. Disitu lah mereka membuka pakaian dan membuka handsaplas yang sengaja dipakai untuk menutup sidik jari,” ujarnya

Sebelum berpisah, masih kata panca, Farrel, Paul, Prayogi alias Bejo diberi uang sebesar Rp 4 juta oleh Hendrik. Di lokasi itu juga mereka membubarkan diri dan berpisah.

“Di lokasi itulah mereka melepas bajunya kemudian menyerahkan hasil emas itu kepada Hendrik. Hendrik lah yang membawa emas tersebut, mereka pisah berempat, 3 orang keluar dari tempat tersebut,” pungkasnya.

Selanjutnya Hendrik dengan mengendarai sepeda motor membawa emas rampokan tersebut ke Dairi. Hendrik berada di rumah orang tuanya. Awalnya emas ditempatkan di plapon . Namun selanjutnya emas diangkut dan dikuburkan di belakang rumahnya. Jumlah emas yang dirampok seberat 6,8 Kg dengan harga Rp. 6,5 Miliar

Sementara itu siapa Hendrik Tampubolon yang disebut sebut orang tuanya berada di Dairi hingag kini masih misterius. Dairi Pers yang mencoba mempertanyakan sejumlah pihak akan peristiwa penagkapan itu sama sekali tidak mengetahui . (Hen)