Peristiwa

PUTR Dairi Tuntaskan 6 Desa Terisolasi Akibat Longsor

Aktifitas pembersihan longsoran oleh PUTR Dairi

Sidikalang-Dairi Pers : Hujan deras yang mengguyur kabupaten Dairi dalam satu bulan terakhir membuat sejumlah jalan  desa di Dairi rusak parah hingga tidak dapat dilalui.  Di Siempat Nempu hilir dan Tanah pinem menjadi daerah paling banyak longsor hingga menggangu lalu lintas dan perekonomian warga . Tercatat 1 desa di Simepat Nempu hilir yakni Sopo butar dan 5 desa di Tanah Pinem terganggu akibat fenomena alam ini.

Kepala dinas PUTR Dairi Anggara Sinurat didampingi Kabid Jalan Jembatan PUTR Dairi Agung Prasetyo selasa (8/6/2021) menyebutkan 6 desa terdampak yakni Sopo Butar, Juma Batu, Juma Batu-Pertumbangen, Pamah, di desa Lau  Njuhar dua lokasi dan desa Pasir Mblang.

Diuraikan untuk Sopo butar kerusakan yang terjadi jalan putus akibat plat beton longsor terbawa arus air. Jalan menjadi tertutup total pada 18 mei Silam. “ Selang satu hari alat kita berangkatkan dan  dengan memasang  gorong gorong baja. Pekerjaan selesai dalam 3 hari. Jadi hanya satu hari saja terganggu sekarang sudah lancar ” sebut Anggara.

Sementara itu Agung menyebutkan masih didesa Sopo Butar dilaukan pembersihan longsoran bukit yang menutupi badan jalan sepanjang 50 meter.  “ kondisinya putus total namun bersamaan  dengan jembatan plat beton yang rusak 3 hari rampung dikerjakan. Jalan sudah bisa dilalui” sebutnya.

Juma Batu

Sementara itu di desa Juma Batu kecamatan Tanah Pinem disebutkan Anggara dua laat berat milik PUTR diturunkan untuk normalisasi jalan, sungai dan pembersihan longsoran . “ Di desa ini kita lakukan pembuatan parit jalan sehingga air tidak memasuki badan jalan. Meski tergolong darurat namun parit ini sementara dapat membuat jalan kering sehingga tidak longsor lagi” Jelasnya

Sedang jalur Juma Batu – Perttumbangen sekitar 12 km jalan dibersihkan dan diratakan karena sudah sangat tidak layak dapat dilalui. Kita turunkan alat berat milik pemkab Dairi untuk meratakan dan membersikan jalan. Jalan ini merupakan jalan produksi karena merupakan lalulintas pengangkutan hasil panen warga berupa Jagung dan kemiri. Dengan pembersihan ini  jalan sudah dapat dilalui kendaraan pengangkut hasil panen warga ” jelasnya

Ditanya berkaitan anggaran yang digunakan disebutkan Kepala dinas semua swadaya dinas PUTR dibantu BPBD Dairi. “ Perintah Bupati jalan warga tidak bisa terganggu . Sehingga jika ada kejadian dan bencana maka otomatis PUTR dan BPBD langsung sigap.  Jadi target kita  jika terjadi longsoran atau jalan  putus tidak sampai seminggu sudah dapat dilalui kembali.  Tentunya karena ini menyangkut kepentingan umum dan lalulintas perekonomian” jelas Anggara.

Berkaitan banyaknya fasilitas umum jalan yang longsor didaerah Tanah Pinem disebutkan Anggara meski tidak dilakukan kajian meterologi dengan curah hujan . Namun  pengakuan warga desa kalau curah hujan sangat tinggi dan tiap hari belangsung dalam sebulan. Hal itu memicu longsoran tepi jalan juga membuat  kontur tanah menjadi labil dan lembek. “ Namanya alam tentunya sulit memprediski namun bagaimana kita bisa cepat menyikapi sehingga kepentingan umum tidak terganggu. Itu tugas pemerintah , pungkasnya (Hen)