Lokal

Pupuk Langka, Bupati Dairi Surati Gubsu dan Mentan

Bupati Dairi DR Eddy Berutu Bersama Kadistan Dairi Herlina Lumbantobing dan Staf Ahli Bupati saat menerima PPL Pertanian

Sidikalang- Dairi Pers : Terhitung sejak 2 September 2019 alokasi pupuk bersubsidi untuk Dairi dinyatakan telah habis. Kondisi itu serta merta mengancam petani Dairi yang kewalahan mendapatkan pupuk bersubsidi. Namun demikian Bupati Dairi DR Eddy Berutu telah menyurati Gubsu Edy Rahmayadi dan Menteri pertanian Amran Sulaiman dengan Nomor 521.34/3992, tanggal 5 September 2019 perihal. Permohonan penambahan alokasi pupuk bersubsidi untuk kabupaten Dairi.

Bagaimanapun ini tanggung jawab kami sebagai pemerintah daerah akan kebutuhan petani. Untuk saat ini kita fokus untuk penambahan alokasi pupuk bersubsidi ke Dairi. Nantinya harus benar benar kita selidiki dan pantau dan lakukan pengawasan tegas akan kebutuhan petani ini. Intinya pupuk bersubsidi harus tersedia karena itu kebutuhan utama petani, Sebutnya.

Dikatakan Bupati Dairi pihaknya mendapat laporan berkaitan dengan habisnya alokasi pupuk bersubsidi untuk kabupten Dairi 2 september 2019. Saya sudah minta keterangan kadis pertanian dan disampaikan sejumlah hal berkaitan dengan pupuk ini. Beberapa hal telah beliau sampaikan kepada kami . Namun kita tidak berpatokan ke sana . Namun kita konsen pupuk bersubsidi harus ada. Maka kita surati dan pendekatan secara lisan kepada gubernur dan pak menteri, sebutnya.

Memang jawaban secara lisan telah kita dapatkan dari pemprovsu akan adanya relokasi penambahan pupuk bersubsidi ini ke Dairi. Namun kita terbentur dengan aturan  penambahan antar  provinsi tersebut harus memiliki Dasar Hukum yang jelas yaitu Surat Keputusan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian RI.

Surat Keputusan itu sedang kita tunggu  selanjutnya bisa terbit Surat Keputusan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara sebagai Dasar  penambahan pupuk bersubsidi di Kabupaten Dairi. Dengan surat itu maka penambahan pupuk tidak menyalahi aturan hukum, sebutnya .

Kadis Analisa Penyebab Pupuk Langka

Sementara itu kepala dinas Pertanian Dairi Ir Herlina Lumbantobing saat dikonfirmasi mengakui sejumlah penyebab menjadikan langkanya pupuk bersubsidi . Dikatakan Ir Herlina Alokasi pupuk bersubsidi tahun 2018 mengalami pengurangan. Disamping itu setiap tahun jumlah alokasi pupuk bersubsidi yang diterima, jauh lebih kecil daripada usulan kebutuhan pupuk berdasarkan RDKK usulan. 

Diuraikan tahun 2018 Pemkab Dairi mengusulkan 5 jenis pupuk bersubsidi sebesar 89.235 Ton, Namun  alokasi yang diterima hanya  37.217 Ton atau hanya 42% dari jumlah usulan. Tahun 2019 justru lebih parah  usulan sebesar 80.895 Ton, sedangkan alokasi yang diberikan hanya  16.656 Ton atau hanya  20,5%. Dikatakan hal itu membuat pupuk bersubsidi langka dilapangan, sebutnya.

Herlina menyebutkan sebenarnya  sejak mei 2019 Dinas Pertanian Kabupaten Dairi setiap bulannya telah mengajukan permohonan penambahan pupuk bersubsidi  ke Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara  untuk mengantisipasi kelangkaan Pupuk . Dikatakan menjawab usulan itu telah ada tiga kali penambahan sejak agustus 2019  penambahan menjadi 21.617 Ton atau menjadi 27 persen dari usulan.

 Namun demikian diakui kepala dinas kalau penambahan itu tidak sebanding dengan angka permintaan petani Dairi. Jumlah yang disanggupi propinsi masih jauh dari jumlah usulan pemkab Dairi, Sebut Herlina. (Hen)