Kriminal

Pulang Cari Rumput, Suami Pergoki Istri “hoho…hihi ” bareng Tetangga

ilustrasi

Lumajang- Dairi Pers : Hati suami mana tidak hancur melihat istri tidur dengan pria lain di kamar.  Demikian dialami berinisial AS (32), yang merupakan warga Kedungdoro, Kecamatan Kunir, Lumajang. Jatim

Betapa kagetnya suami yang satu ini saat memergoki sang istri tengah selingkuh, sementara ia baru pulang mencari nafkah. Dilansir Tribunnewscom dari TribunSumsel Selasa (13/10), seorang pria memergoki istrinya berduaan bersama lekaki lain dalam kamar.

Melihat istrinya telanjang bulat dengan lelaki lain, AS pun emosi lalu membabi buta.

Atas perbuatannya itu, AS pun diamankan ke polisi setelah menyerang lelaki simpanan istri.

Sebab, pada peristiwa itu AS membacok pria lain yang juga tetangganya, S (42), menggunakan celurit setelah melihatnya berduaan dengan istrinya.

Peristiwa berdarah itu terjadi di rumah kontrakan AS di Desa Kabuaran, Kecamatan Kunir, Lumajang, yang lokasinya merupakan bekas lokalisasi.

AS mengaku terpaksa membacok korban lantaran gelap mata setelah melihat istrinya tak menggunakan busana bersama S di dalam kamar.

“Saya pulang cari rumput kok dengar ada suara orang laki dari kamar,

saya dobrak lihat istri saya dalam keadaan telanjang sama orang lain,” kata AS. Tanpa banyak basa-basi, AS yang saat itu masih memegang celurit langsung menyabet kepala S,

lelaki yang diduga memiliki hubungan asmara dengan istrinya itu.

“Satu kali saya celurit kena kepalanya,” ucapnya.

Kemudian, setelah menganiaya korbannya, tersangka langsung melarikan diri.

Tak lama kemudian, tersangka diamankan polisi di Balai Desa Kedungmoro, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang.

Sementara itu, diungkapkan Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Masykur, dari kejadian itu korban mengalami luka cukup serius pada bagian kepala dan tangan karena sabetan senjata tajam.

“Kepala belakang sama tangan kena. Itu tangan kena waktu menangkis celurit.

“Dan kondisi korban masih hidup sudah di Rumah Sakit Bhayangkara,” kata Masykur.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu, kini pelaku disangkakan telah melanggar Pasal ayat (2) KUH Pidana tentang penganiayaan yang mengakibatkan luka berat dengan penjara paling lama 5 tahun.

“Jadi ini sifatnya spontan tidak terencana, yang mana situasi saat itu emosi sesaat sehingga penganiayaan ini terjadi dan korban masih hidup,” jelasnya. (Hen)