Hukum Lokal

Proyek di Dishub Dairi Amburadul, Dikerjakan Keluarga Oknum Kadis?

Kantoir CV Imoya yang mengerjakan proyek diduga bermasalah . belakangan diketahui kediaman anak kepala Dishub Dairi

Sidikalang- Dairi Pers : Proyek pagar pengaman- pagar pengaman jalan di desa Tumanggor kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi menjadi buah bibir dikalangan rekanan pemkab Dairi. Proyek yang diduga bermasalah itu ternyata dikerjakan rekanan yang masih family oknum kepala dinas Perhubungan kabupaten Dairi Datulam Ojahan Padang.

Proyek pagar pengaman jalan dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp.186,355,153 ini mencuat setelah sejumlah volume pekerjaan dilapangan didapati aneh dan diduga kuat tidak seluruhnya sesuai RAB. Padahal proyek tersebut disebutkan sudah rampung 100 Persen meski belum masuk pada tahap PHO.

Pasca pemberitaan sebelumnya hasil penelusuran Dairi Pers akan perusahaan yang dipercayakan mengerjakan paket tersbut yakni oleh  Imoya PM dengan pengurus usaha  Friend Maju Manik yang beralamat di jalan air bersih kel. Batang Beruh, kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi.

Hasil penelusuran Dairi Pers menyebutkan jika pengurus badan usaha tersebut yakni Friend Maju Manik masih family dekat oknum kepala dinas. Tempat badan usaha di kelurahan batang beruh juga disebut sebut warga sekitar ditempati putera kandung  oknum kepala dinas Datulam Ojahan Padang

Proyek pagar pengaman jalan  di desa tumanggor kecamatan sumbul menjadi sorotan karena diduga tidak sesuai RAB . Dilapangan ditemukan pembuatan sticker Guardrail Reflektor atau sering yang disebut  dengan sebutan” lampu mata kucing” ,tidak sesuai RAB. Yang seharusnya sticker Reflator 3m ( Tiga dimensi) untuk alat pemantul sinar lampu sebuah kendaraan bermotor yang berfungsi  menerka sisi pembatas jalan.

Namun di Proyek yang dikerjakan  hanya mempergunakan sticker biasa,dan plat besi pegangan sticker Reflator yang terlalu tipis diduga tidak sesuai gambar kegiatan,. P emasangan mur tiang dan mur sambungan yang tidak semuanya terpasang dan las mur tiang asal jadi,besi baja pagar pembatas jalan yang sudah berkarat. 

Diduga juga jenis dari pada besi baja tidak sesuai tipe maupun ketebalan dari pada besi baja( Pagar pembatas) tersebut,. Proyek pekerjaan pembuatan pengaman jalan ini diduga asal jadi

 PPKdinas perhubungan Dairi   Mora S. Bako yang sebelumnya dikonfrimasi terkait pekerjaan fisik pemasangan pagar pembatas jalan, justru  tidak mengerti fungsi, tugas dan tanggung jawab PPK.

Ditanyakan spesipikasi maupun gambar dari kegiatan tersebut,oknum Mora S Bako tidak mengetahuinya . Mora justru berdalih agar  awak media langsung mempetanyakan  kepada PPTK( pejabat pelaksana teknis kegiatan) atau kadis perhubungan selaku KPA( kuasa penguna anggaran).

Sementara itu kepala dinas Perhubungan Dairi Drs. Datulam O Padang, MM yang dikonfrimasi pecan ini berkaitan dengan proyek penghunjukan langsung di dinasnya itu menjawab enteng apabila tidak sesuai dengan RAB maka akan dibongkar.  

Sementara itu PPTK Tindoan Sitohang menyebutkan akan turun kelapangan memeriksa  proyek tersebut. Jika tidak sesuai RAB maka pihaknya tidak akan menandatangani berkas PHO.

Nepotisme

Isu Akan halnya proyek pemerintah di dinas perhubungan disebut sebut sering dikerjakan family oknum kadis ternyata bukan hanya tahun ini terdengar. Beberapa tahun sebelumnya isu itu selalau muncul namun tidak satupun pihak berani mempublikasikan dugaan nepotisme dalam pengerjaan proyek di dinas perhubungan Dairi.

Disebutkan jika oknum kepala dinas Perhubungan Dairi Datulam padang mempunyai putera dan sanak family yang terjun di bidang jasa borongan .  Posisi orang tuanya sebagai kepala dinas diduga kuat menjadi berkah baginya karena akhirnya pekerjaan proyek dikerjakannya maupun sanak familinya. Disebut sebut Proyek penghunjukan langsung di dinas tersebut biasanya akan jatuh ke tangan familinya atau anaknya.

Ironisnya meski kerap menjadi bahan perbincangan sepertinya oknum kepala dinas ini bagai tidak perduli dan memilih “cuek bebek” (Erikson Sirait)