Kriminal

Provokator Demo BLT Madina Ditangkap, Begini Motifnya

dua tersangka provokator

Madina- Dairi Pers : Masih ingat demo BLT di madina hingga mobil wakapolres di bakar?. Nah provokator kejadian itu telah ditangkap. Ternyata motovasinya tidak sekedar BLT namun ada hal lain. Tim gabungan Polres Mandailing Natal (Madina) dan Reskrimum Polda Sumatera Utara (Sumut) menangkap MG, provokator kerusuhan demo terkait penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Desa Mompang Julu. MG ditangkap saat bersembunyi di sebuah gubuk di tengah area persawahan.

MG ditangkap dalam persembunyiannya di sebuah gubuk yang berada di Desa Huta Bargot, Madina, pada Sabtu (4/7) sore. Saat ditangkap, MG ditemani seorang warga lainya bernama Arifin yang juga diduga sebagai penggerak demo rusuh di Desa Mompang Julu.

Kasat Reskrim Polres Mandailing Natal, AKP Azwar Anas mengatakan, MG dan Arifin diduga kabur dari rumah saat petugas kepolisian menyisir rumah warga pada Jumat (3/7).

“Keduanya masih menjalani pemeriksaan untuk mengungkap pelaku lain termasuk dalang sebenarnya,” ujar kasat, Sabtu (4/7).

Sebelumnya polisi juga telah mengamankan sembilan orang dalam kasus demo warga yang berujung ricuh ini. Sembilan orang yang diamanakan itu terlibat dalam aksi pembakaran. 

Demo berujung kerusuhan di Desa Mompong Julu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara ternyata tak murni soal dana penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT). Ada motif lain yang di balik demo tersebut.

Tersangka MG yang sebelumnya tertangkap karena diduga sebagai provokator kerusuhan demo tersebut ternyata sempat mengancam Kepala Desa Mompong Julu untuk memberikan sejumlah uang.

“Tersangka MG ada meminta uang ke kepala desa. Dana desa 30 persen kalau tidak dikasih maka demo berlanjut,” ujar Kasat Reskrim Polres Madina, AKP Azwar Anas di Mapolres Madina, Minggu (5/7).

Dia melanjutkan, keterangan itu didapat dari AH, salah satu tersangka lain yang juga ditangkap polisi. Kemudian, polisi juga melakukan konfirmasi ke Kepala Desa Mompong Julu yang membenarkan kalau MG meminta jatah 30 persen dari dana desa yang dibagikan dalam bentuk BLT kepada warga.

“Berdasarkan konfirmasi kepala desa, memang benar MG meminta bagian 30 persen. Kalau tidak, demo berlanjut menutup jalan,” tuturnya.

Selain itu, polisi menduga MG bermain sendiri. Sebab tersangka lain yang ditangkap dalam kasus ini mengaku tidak mengetahui soal ancaman MG meminta bagian 30 persen ke Kepala Desa Mompong Julu.

“Kelihatan dari pemeriksaan A, TA, dan AH tidak diberitahu. Ini mungkin MG memanfaatkan untuk mendapat 30 persen,” ujarnya.

Dia mengatakan, polisi total telah menetapkan 17 tersangka dalam kasus ini. Dari jumlah itu, sebanyak 5 orang diduga sebagai provokator penggerak demo. (Hen)