Peristiwa

Protes, Terbitnya Izin SMP “A” Akan “Mematikan” SMP Swasta di Sidikalang

Sejumlah kepala SMP Swasta Sidikalang beraudensi ke Dinas Perizinan Dairi mempertanyakan keputusan pemkab Dairi mengeluarkan Izin SMP swasta A di jln empat Lima Sidikalang .

Sidikalang-Dairi Pers :  Hampir seluruhnya kepala SMP Swasta kota Sidikalang melakukan protes terhadap  pemkab Dairi melalui dinas pendidikan  atas dikeluarkannya izin  operasional SMP swasta “A” yang beralamat di jalan empat lima Sidikalang. Pemkab Dairi dituding kurang memperhatikan nasib sekolah SMP Swasta di Sidikalang.  Bukan hanya masalah etika para kepala sekolah SMP Swasta Sidikalang itu juga  menduga pemberian izin SMP swasta milik oknum DPRD Dairi itu tidak  memerhatikan  UU No. 25 tahun 2018. Khsusunya mengenai studi kelayakan tentang prospek  pendidikan , Jarak sekolah  dan daya tampung sekolah.

Sejumlah kepala sekolah yang membuat surat keberatan kepada pemkab Dairi yakni kepala SMP Swasta  Nasional Dengsi KD Bako, S, Pd. Kepala SMP Swasta  Anugerah Prulian Panji Sitinjo  Gusman Sitanggang, S.Pd.  Kepala SMP HKBP Enget Sagala,  Kepala SMP Methodist Suya Situmorang,  Kepala SMP Bukit Tjahaja Huta Manik Bintara Turnip,SH, SPd, Kepala SMP Swasta Bukit Cahaya Sidikalang  Hernita Damanik, SPd serta sejumlah kepala sekolah swasta lainnya.

“ kita sudah mempertanyakan ini kepada dinas pendidikan Dairi dan dinas Perizinan kabupaten Dairi kemarin.  Pak Hutasoit selaku kepala dinas perizinan hanya menjelaskan  terbitnya izin itu karena ada rekomendasi dinas pendidikan.  Namun tegas kami sampaikan tidak boleh  asal memberikan izin. Namun harus mengacu  UU No. 25 tahun 2018 tentang jarak sekolah . Dimana pemerintah diwajibkan melakukan studi kelayakan sekolah yang berdekatan. Jumlah daya tampung  lulusan yang bisa diterima serta hal lain. Yang intinya  UU itu mengawal agar tidak terjadi  “ saling mematikan” sekolah swasta.  Ini yang kami protes dan  kami akan melakukan protes ini  terus  ke pemerintah pusat jika pemkab Dairi tidak taat UU tersebut “ sebut Dengsi Bako mewakili puluhan  kepala SMP swasta Sidikalang.

Hal senaga juga disampaikan Enget Sagala kepala SMP swasta HKBP Sidikalang yang menyebutkan ada  dugaan seluruh kepala SMP  swasta  di Sidikalang  keluarnya izin SMP Swasta A tersebut  dinas terkiat tidak melakukan  studi kelayakan dengan benar dan sungguh sunguh.  “  Hari gini masih main main tentu akan berdampak resiko. Tugas pemerintah itu menjaga persaingan pihak swasta dan itu amaant UU pendidikan. Ini yang  kita tantang”  Tegas Enget.

Dengsi Bako menyebutkan sangat kecewa dengan putusan pemkab Dairi diakhir masa jabatan Bupati Johnny Sitohang yang tinggal menghitung hari. “ Bagi kami pendidik di sekolah swasta tidak ada masalah jika memang izin terbit sesuai aturan. Namun yang kami khawatirkan tidak memperhatikan UU Pendidikan, Izin dikeluarkan lantas pemilik sekolah memanfaatkaa kekuasaannya . Mana mungkin kami  sekolah swasta ini mampu melawan penguasa.  Rakyat Dairi juga tahu dan faham siapa Bupati Dairi Johnny Sitohang dengan pemilik Yayasan” A”  itu . Jika memang terbitnya izin tersebut karena kedekatan mereka , saya fikir ini sudah sangat “menyakiti” insan pendidikan di swasta, Katanya

Dairi ini milik kita bersama dimana semua orang mempunyai pekerjaan dan bidang  masing masing. Namun ketika Dairi ini ingin hanya dimiliki seseorang saja tegas kami katakan lawan. Saya pikir siapapun penguasa dan merasa orang kuat di Dairi ini tolonglah pikirkan  nasib orang lain.  Jadi tidak berlaku sesuka hati menancapkan kekuasaan dimana mana. Di Dairi ini etika  dan perasaan masih dijaga ” sebut Dengsi.

Disebutkan semua sekolah SMP Swasta di Sidikalang  telah membubuhkan tanda tangan keberatan yang akan ditujukan kepada  Menteri Pendidikan,   Gubernur Sunmatera Utara , Bupati Dairi, DPRD Dairi, Dinas Pendidikan Dairi dan  Dinas Perizinan  untuk meninjau kembali izin yang dikeluarkan terhadap SMP swasta A.  Di jalan empat Lima Sidikalang, Sebut Dengsi (Hen)