Lokal

Prediksi Sidikalang Akan Krisis Air Mulai Terbukti

Bupati Dairi DR Eddy Berutu saat sidak Kantor PDAM Tirta Nciho juni silam

Sidikalang- Dairi Pers : Mantan Direktur PDAM Tirta Nciho Dairi Ir Rafael Ginting, MTl empat tahun silam telah memprediksi paling lambat 5 tahun ke depan kota Sidikalang akan mengalami krisis air bersih dari PDAM. Agaknya prediksi orang nomor satu PDAM kala itu kini mulai terbukti. Sejumlah daerah di kota Sidikalang sudah tiga hari pasokan air PDAM macet total.

Laporan yang diterima Dairi Pers dari sejumlah warga mengakui kalau air PDAM Tirta Nciho macet dan total tidak berjalan lagi. Dijalan empat lima Sidikalang Pasokan air PDAM Tirta Nciho sejak selasa sudah “byar pet”. Bahkan sejak rabu hingga jumat (4/10) mati total. Warga kewalahan meski telah berulang kali menginformasikannya ke PDAM tirta Nciho namun tetap saja air tidak mengucur.

Laporan yang sama juga didapat dari pelanggan air PDAM di sepanjang jalan air bersih Sidikalang. Kondisi PDAM Tirta Nciho sudah dua hari tidak berjalan. Sejumlah ibu rumah tangga sudah berulang kali menginfromasikan macetnya air ke kantor PDAM namun tidak juga beroperasi. Demikian juga lapaoran di jalur jalan lain kota Sidikalang juga mengalami layanan PDAM macet.

Ironisnya meski kini Sidikalang memasuki masa penghujan namun tetap saja pasokan air PDAM ke rumah rumah pelanggan mengalami kemacetan. Diduga kuat debit sumber air PDAM tirta Nciho sudah tidak mampu mensuplai kebutuhan air kota Sidikalang. Disamping kerusakan hutan pada sumber air PDAM di Lae Cimberah dan Lae Mbulan yang berdampak debit air terus berkurang.  Penyebab lain juga pemasangan baru instalasi sambungan baru PDAM ke rumah rumah terus dilakukan.

Dugaan lainnya pertambahan pemasangan baru tidak diperhitungkan dengan  debit air yang terus menyusut. Hal itu membuat sejumlah daerah mengalami krisis air bersih.

Sidikalang Krisis

Sebelumnya Ir Rafeal Ginting, MTL saat masih menjabat direktur utama PDAM Tirta Nciho sekitar 4 tahun silam sudah memprediksi kota Sidikalang bakal krisis air PDAM dikarenakan debit air dari sumber Parbuluan terus terjadi penurunan. Sumber air dari mata air lae Mbulan sudah tidak bisa diandalkan. Meski sumber air dari lae Cimberah sudah dioperasikan namun dengan banyaknya pelanggan dan debit air diperkirakan tidak mampu menyuplai kebutuhan pelanggan kota Sidikalang.

“Saya yakin lima tahun ke depan kota Sidikalang krisis air bersih karena kini hanya megandalkan lae cimberah. Tanpa dicarikan sumber mata air yang baru kota Sidikalang pasti krisis air bersih” sebutnya kala itu.

Disebutkan Rafael Ginting sebenarnya masih ada sumber mata air di daerah Parbuluan yang dapat digunakan. Namun jarak dan medannya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Saya fikir suka tidak suka itu yang harus diekploitasi secepatnya guna menjaga gejolak masyarakat kelak, sebutnya saat itu

Kerusakan Hutan

Sementara itu sumber air untuk kota Sidikalang mayoritas kini berasal dari lae cimberah kawasan kecamatan Parbuluan Dairi. Namun demikian aktifitas pencurian kayu hutan terus terjadi di daerah ini tanpa perlindungan instansi yang bersangkutan. Bukan itu saja tiap tahun lahan hutan di daerah itu terus berkurang karena digarap dan dijadikan areal pertanian oleh masyarakat.

Hingga kini belum terlihat upaya untuk melestarikan hutan daerah itu sebagai upaya menjaga pasokan air minum untuk kota Sidikalang. Faktanya sudah 5 tahun terakhir tidak ada gerakan reboisasi hutan di daerah itu. (Hen)