Pilkada

Prediksi Eddy-Jimmy Menang

Eddy Jimmy, Remigo Berutu, Made Tirta Kusuma Dewi, Romy F. Simarmata, Parlemen Sinaga saat deklarasi Paslon 2
Eddy Jimmy . Remigo Berutu, Made Tirta Kusuma Dewi, Romy F. Simarmata, Parlemen Sinaga saat deklarasi Paslon 2

Sidikalang- Dairi pers :  Berdasar rangkaian kampanye pilkada Dairi 2018, jumlah massa yang hadir dalam setiap kampanye, dan respon perubahan yang diberikan masyarakat dan banyaknya para tokoh yang memilih barisan perubahan diprediksi Paslon  Nomor 2 Eddy- Jimmy bakal menang pilkada Dairi 27 Juni pekan depan . Animo masyarakat ingin perubahan semakin mengkristal. Hal itu dianggap modal paling berharga dimiliki paslon Eddy- Jimmy dalam meraih mayoritas suara publik. Isu SARA yang dihembuskan pihak tertentu sudah tidak dimemori  rakyat lagi.

Demikian  prediksi sejumlah pengamat Dairi seperti Berman Situmorang  pensiunan ASN Pemkab Dairi yang beralamat di Juma Teguh, Siempat Nempu Dairi.  Hal senada juga diprediksi Sahat Maruli Sihotang warga Parbuluan, Henri Hutagalung warga Sidikalang. Sedang dari Pegagan Hilir  J . Sihaloho. Dari berampu prediksi serupa juga disampaikan Berampu yang juga mengurus mesjid di Berampu. Kenan Sitorus dari Silima Pungga Pungga melihat  “menggunungnya” kekuatan arus perubahan mayoritas rakyat Dairi .

Dari analisa berbagai pemerhati  ini memperkirakan dari antusiasme massa yang selalu meramaikan setiap kampanye Eddy- Jimmy diperkirakan “ salam dua Jari” akan memenangkan pilkada Dairi 2018.” Kita juga melihat dan bisa membandingkan  jumlah jumlah massa yang hadir dalam setiap kampanye paslon. Eddy- Jimmy itu   selalu fenomnenal atas berkumpulnya massa “ sebut Berman Situmorang.

Paling menarik justru  isu Suku, Agama Ras dan Antar Golongan  yang dilempar hanya ditanggapi dingin warga . Yang ada dibenak mayoritas warga kabupaten Dairi  yang penting berubah dalu pemerintahan , berubah dulu  penguasa ” tambah Berman.

Kenan Sitorus warga Silima Pungga Pungga menyebutkan animo perubahan dari rakyat itu bukan sekedar slogan lagi.   Perubahan itu bukan hanya milik rakyat Sidikalang lagi. “  Di parongil panitia sampai kewalahan prediksi massa yang hadir hanya 3000 an justru yang hadir mencapai 7000 an. Kita khawatir kala itu karena konsumsi pasti kurang. Namun justru rakyat hadir bukan karena konsumsi. Namun hadir ingin perubahan. Saya yakin silima pungga pungga dan  siempat nempu hilir Eddy- Jimmy menang” sebut Kenan.

Sedang Henri Hutagalung menyebutkan kalau kecamatan  Sidiakalang dalam dua kali pilkada langsung tidak pernah dimenangkan petahana sekarang. “ Itu artinya warga kecamatan sidikalang  sebagai ibukota kabupaten Dairi secara mayoritas dari dulu  sudah teriak perubahan.  Untuk pilsung yang ketiga ini tentu hampir dipastikan di kecamatan Sidikalang orang yang dijagokan petahana kalah total . Petahana saja kalah apalagi hanya orang yang dijagokan . Kita buktikan saja 27 Juni “ sebutnya.

Dukungan warga kota Sidikalang justru mengalir kepada Eddy Berutu dan Jimmy  Andrea Lukita Sihombing.didasarkan visi dan misinya yang logika, akademis dan  bisa diterima akal sehat. Latar belakang keduanya sebagai pengusaha dan punya jaringan nasional dan internasional . Pendidikan yang mapan diyakini warga Sidikalang lebih  memungkinkan bisa membawa perubahan untuk rakyat Dairi. Hal itu menuruit Hutagalung berbeda dengan paslon lain.

Dari Pegagan Hilir  J Sihaloho menyebutkan  meski dalam dua kali pilkada di Pegagan hilir petahana yang kini menjabat Bupati Dairi memang tipis namun dengan animo perubahan . Konsep yang dibawa Eddy- Jimmy menjadi ketertarikan dimata warga. “ Saya melihat rasa bosan, tidak signifikannnya perubahan kesejahteraan rakyat serta monotonnya sistim pemerintahan membuat rakyat ingin mencoba hal baru. Saya melihat masyarakat beralih ke Eddy- Jimmy atas pertimbangan  pendidikan dan pengalaman. Usia yang matang serta rekam jejak Eddy- Jimmy yang  bersih dan bisa mengakomodir keinginan warga Dairi secara umum. Yang lain hanya berteriak dan pola lama namun Eddy- Jimmy nyata menyampaikan seperti apa  program yang dilakukan “ sebutnya.

Prediksi saya di Pegagan hilir Eddy- Jimmy bisa menang meski  selisih tipis . Beberapa daerah karakter pemilih sama dengan pegagan hilir yakni bisa seimbang. Jika sudah demikian Sidikalang itu jadi basisnya Eddy- Jimmy sebagai pemilih lebih rasional. Itu artinya Eddy- Jimmy bisa memenangkan pilkada secara mutlak “ sebut J Sihaloho.

Sementara  Rukiatno Nainggolan dari kecamatan Sumbul menyebutkan realita sesungguhnya banyak orang orang yang dahulunya  dibarisan lain. Kini memilih berseberangan memilih lebih baik beresiko dari pada tetap di kondisi monoton.  “ Harus jujur diakui sejumlah kader partai berkuasa. Pemain utama di dua kali pilkada itu akhirnya bergabung dengan Eddy- Jimmy. Tidak usah saya sebutkan satu persatu namanya . Namun itu bukti betapa manusia itu ingin perubahan . Tidak ingin stagnan dan  begitu begitu saja. Itu fenomena alam. Siapapun tidak ada yang mamapu melawan alam” sebut pemerhati Dairi mewakili rakyat tersebut.

Sedang Berampu warga kecamatan berampu  yang menjadi pengurus mesjid di daerah itu memperkirakan sepertinya Dairi akan lahir pemimpin baru. “ saya melihat animo masyarakat sangat tinggi ingin berubah. Pilihannya jatuh kepada nomor 2 Eddy- Jimmy. Meski isu agama dan suku kerap  muncul. Sepertinya warga di berampu tidak terlalu tertarik lagi dengan isu yang setiap pilkada itu dilemparkan .  

Mungkin ditengah rakyat  terjadi perubahan pola pikir isu pelangi dan sebagainya yang selama ini dilontarkan dalam kenyataannya jauh dari harapan. Atas dasar itu saya melihat rakyat lebih memilih  perubahan pemerintahan dulu. Eddy Jimmy menjadi pilihan  warga karena memang berkwalitas dan lebih menyakinkan bisa mengujudkan harapan harapan rakyat “sebut  Berampu

Sedang mantan sekda Dairi Julius Gurning, S. Sos  melihat sebuah fenomena aneh dalam perjalanan Eddy- Jimmy. “ Mereka dari vigur  nol, dari orang yang tidak diperhitungkan. Namun gerakan dan daya juang mereka memberikan pemahaman dan paling utama ketulusan mereka menjadi magnet luar biasa yang menarik mayoritas Rakyat Dairi . Mereka mengembalikan kepercayaan rakyat Dairi yang selama ini terstigma seakan akan petahana tidak bisa dikalahkan.

Eddy Jimmy sanggup menjadi magnet mengembalikan harapan para ASN, dan  honorer bahwa masih ada vigur pemimpin yang mampu mengembalikan semua  tatanan yang sudah sempat porak poranda ini. Maka Eddy Jimmny sangat tinggi mendapat respon rakyat untuk bupati dan wakil; Bupati Dairi berikutnya”  Sebut Gurning.

Rahia Burhanuddin pedagang pusat pasar Sidikalang menyebutkan sedikitnya 80 % pedagang pasar Sidikalang memilih Eddy- Jimmy. “ Bukan  semata mata karena kwalitas Eddy- Jimmy Lagi. Namun kalimat ramba dohot batu yang pernah dilemparkan dulu kepada pedagang hingga kini masih terngiang ditelinga pedagang.  Saya terlihat arogansi, sombong dan merasa super bisa mengatur semua. Itu kalimat yang membuat para pedagang tersinggung dan itu harus dibayar di pilkada 27 Juni. Eddy- Jimmy menjadi pilihan karena apa adanya, tangan berada di bawah saat meminta.  Sangat jelas simpati warga direbutnya.

Maaf pedagang itu secara ekonomi tidak bisa diukur, Maka ketika perasaannya terszinggung dan disepelkan lihat saja kekuatannya.  Beberapa kali kekuatan pedagang tukang sorong yang tergabung dalam propeda “ memestakan” Eddy- Jimmy. Saat kekuatan rakyat bersatu lihat saja Soeharto saja jatuh. Buktikan 27 juni  pilihan rakyat itu Eddy- Jimmy” sebut Rahia.

Sementara itu amatan Dairi Pers fenomena Eddy Jimmy  awalnya kurang diperhitungkan. Diawal Eddy “dihajar” dengan isu SARA. Tidak mungkin kaum minoritas memimpin Dairi yang mayoritas dari suku tertentu. Belum lagi isu agama yang dicoba “ dikipas”. Sayang isu lawas itu dimata rakyat sudah tidak sexi. Mayoritas rakyat inginkan sebuah perubahan . Mayoritas rakyat sudah tidak suka dengan kondisi yang terus melambat ini.

Banyaknya kader parpol berkuasa eksodus ke kubu Eddy- Jimmy membuat  semakin melemahnya “daya cengkaram” yang dibanggkan dalam 2 kali pilkada.

Satu fakta yang tidak bisa dipungkiri hampir semua mantan ASN baik pejabat maupun staf yang pensiun masuk di jalur perubahan. Pertanyaannya mengapa mereka tidak memilih dijalur keluarga petahana yang maju?. Ini menjadi salah satu indikasi dan bukti betapa  berlapisnya kekuatan Eddy- Jimmy dalam strategi.

Sungguh Eddy- Jimmy hanya seorang pemimpin alami. Letak kekuatannya justru berada pada ketulusan, nurani dan  apa adanya.

Mereka bukan politikus handal ketika rakyat sudah bosan dengan pemimpin politik.

Mereka bukan tipe suka berjanji manis  ketika rakyat sudah bosan dengan pengumbar janji.

Mereka  bukan pemimpin arogan ketika rakyat sudah tidak perduli lagi ditakut takuti.

Mereka bukan pemimpin pintar bicara , pintar pidato, apalagi pintar berpantun. Namun mereka pemimpin pintar kerja dan berbuat. (R.07)