Kabupaten Pakpak Bharat

Pilkada Pakpak Bharat Hambar

Ilustrasi

Salak- Dairi Pers : Kabupaten Pakpak Bharat yang menjadi salah satu kabupaten menggelar pemilihan Bupati/wakil Bupati tahun ini dimata warga serasa hambar. Pasalnya hingga kini belum ada kandidat calon Bupati serius muncul. Rasa khawatir warga juga muncul jika hanya satu kandidat yang bertarung di Pakpak Bharat maka disebutkan Pilkada hanya seremoni dimana rakyat tidak punya kesempatan menilai yang  pantas memimpin Pakpak Bharat.

Pantauan Dairi Pers “geliat” pilkada Pakpak Bharat sama sekali  tidak ada. Hingga kini tidak satupun baliho menyebut bakal calon Bupati atau  balon wakil Bupati.  Hanya beberapa baliho dan spanduk usang yang masih terus tergantung. Bukan itu saja warga malah tidak tertarik membahas siapa yang bakal menjadi pemimpin pakpak Bharat.

Meski ada pembicaraan tentang nama kandidat. Namun dikatakan hingga kini belum pasti karena masih  sebatas pengakuan saja dari simpatisan atau keluarganya. Awalnya muncul dadakan akhirnya hilang tidak berkelanjutan.

Hasil penelusuran Dairi Pers tanggapan warga “akar rumput” menyebut pilkada Pakpak Bharat sama sekali tidak menarik untuk dibahas. Sesungguhnya warga berharap banyak muncul vigur memperkenalkan diri, menyampaikan apa rencananya ke pada warga Pakpak Bharat dan bagaimana konsep membangun pakpak Bharat.  Namun justru yang muncul hanya isu bahwa sejumlah nama  akan maju. Namun hingga memasuki pertengahan februari 2020  belum ada yang serius maju.

Masih pantauan Dairi Pers dari warga Salak , Pakpak Bharat adanya pengakuan kalau nama Franc Tumanggor muncul dan disebut sebut akan mencalonkan diri. Namun hal itu diperoleh dari cerita cerita yang berkembang saja . Penyampaian secara serius dan terbuka belum pernah dilakukan  . Selanjutnya nama Syahril Tumanggor juga muncul namun banyak meragukan informasi itu. Diperkirakan munculnya nama itu sengaja diisukan sehingga pilkada Pakpak Bharat seakan akan bakal terjadi persaingan untuk kursi nomor satu kabupaten eks Dairi itu.

Sementara itu nama Jenny Berutu juga muncul. Mantan anggota DPRD Sumut itu tergolong kerap diperbincangkan warga namun mendapat tanggapan pro dan kontra. Sedang Nama Matsuhito Solin juga terdengar namun disebut sebut berpeluang besar di kursi wakil Bupati .

Namun pembicaraan ke empat nama itu hanya sebatas kemungkinan saja ditengah warga.  Isu nama nama itu muncul begitu saja tanpa tahu siapa yang menghembuskan. Tim sukses juga hingga kini belum terlihat. Jadi nama nama diatas menurut warga masih sebatas “katanya”

Diduga kuat isu sengaja dilemparkan untuk uji publik sehingga diketahui respon masyarakat sehingga diperoleh data apakah akan berpeluang atau hanya berpeluang kecil.

Aneh

Sementara itu pantauan Dairi Pers “geliat” pilkada di Pakpak Bharat dibandingkan Humbahas dan Toba samosir sangat jauh berbeda. Di Humbahas dan Toba samosir bakal kandidat sering menggelar pertemuan . Baliho berserak dan tim sukses bergerak . Posko pemenangan bakal kandidat juga sudah bermunculkan hingga ke kecamatan.

Dibeberapa pusat pengumpulan massa seperti pertemuan, pesta dan kemalangan papan bunga para kandidat sudah muncul.  Bukan itu saja beberapa mobil juga sudah memasang wajah bakal calon . Namun di pakpak Bharat pemandangan itu sama sekali tidak ada. Hingga kini sehelai spanduk tentang bakal Cabup tidak ada. (Hen)