Hukum

Petasan Berserak, Polres & Tim Gugus Covid Dairi Diminta Turun Tangan

Salah satu pedagang Mercon dan petasan di simpang barna Sidikalang

Sidikalang- Dairi Pers : Meski malam pergantian tahun baru masih dua minggu ke depan namun kini aksi menyalakan petasan dan mercon  sudah mulai berlangsung pada setiap malamnya di kota Sidikalang. Bukan hanya malam hari sejak sore aksi yang berpotensi menganggu kamtibmas warga itu sudah mulai terdengar. Polres Dairi  dan tim Gugus Covid Dairi diminta turun tangan untuk menjaga kenyamanan warga .

Pantauan Dairi pers disejumlah ruas jalan di kota Sidikalang terlihat penjual petasan mulai berserak menawarkan dagangan yang berpotensi mengundang ketidak nyaman itu.  Dijalan runding persis dipersimpangan jalan air bersih Sidikalang terlihat perjual petasan dan  mercon dadakan. Demikian diseputaran jalan sekitar Ahmad yani hingga jalan singamangaraja juga terlihat pedagang mercon menjajakan barang yang memekakkan telinga itu bebas saja menggelar dagangan.

Sementara itu seputaran pusat pasar Sidikalang juga terlihat pedagang barang serupa yang memajangkan kembang api , mercon, petasan dengan berbagai ukuran.  Ironisnya mereka terlihat bebas saja menggelar dagangan yang memekakan telinga  itu seakan dagangan mereka dibebaskan dan tidak menyalahi hukum.

Maraknya penjual mercon dan petasan ini berdampak aksi menyalakan benda yang mengudang keributan itu sudah dimulai sejak sore hari. Aksi berlangsung hingga malam meski bentuknya masih sporadis. Namun aksi itu cukup menggangu ketenteraman warga.

Dikhawatirkan dengan maraknya penjual petasan ini di kota Sidikalang itu tanpa dikontrol instansi terkait dapat memicu keributan dan menggangu ketenteraman warga. Bukan itu saja resiko bencana kebakaran juga bisa terjadi.

Jika hal it uterus dibiarkan akan sangat beresiko kepada ketentraman warga . Juga beresiko pada penyebaran Covid 19

Larangan Tegas

Tahun sebelumnya polres Dairi dengan tegas melakukan pelaragan atas penjualan petasan dan mercon di wilayah hukum polres Dairi. Ketegasan itu membuat setidaknya dalam dua tahun terakhir  jelang pergantian tahun aksi menyalakan mercon dan  petasan jauh berkurang.

Namun tahun ini sepertinya melonggar meski pandemic Covid-19 belum berakhir. Hampir dipastikan menyalakan mercon dan petasan akan mengundang kerumuman. Hal itu bisa memicu penyebaran Covid 19 di Dairi yang pada desember ini diketahui lebih dari 30 orang sudah dinyatakan positif.

Hendaknya hal ini menjadi perhatian aparat dan tim gugus Covid 19 Kabupaten Dairi untuk menertibkan potensi kerumunan massa serta menjaga ketentraman warga. (hen)