Suara Pembaca

PESTA TUGU(MANGONGKAL HOLI) TERHADAP AGAMA KRISTEN

Citra Marsely Sianturi

Abstrak

Pesta tugu adalah ritus penghormatan marga (clan) yang sering disebut diadat batak dengan mangongkal holi  kepada nenek moyang mereka dengan menguburkan kembali tulang belulang nenek moyang tersebut kedalam tempat permanen.

Dan selain penghormatan kepada nenek moyang  juga pesta tugu dimaksud untuk menguatkan kesatuan keluarga.Pelaksanaan ritus ini ada dua jenis ,yaitu dengan gondang sabangunan ini merupakan salah satu orkes Batak Toba atau partangiangan  atau disebut doa bersama tanpa ritus menari bersama .Ada beberapa alasan mengapa keluarga keluarga batak sering mengadakan pesta tugu.Pertama yaitu adanya keluarga keluarga yang nasib nya buruk atau kurang baik artinya mereka sudah bekerja keras tetapi selalu ada saj nasib sial contoh nya  panen gagal ,barang dagangan tidak laku ,pamgkat tidak naik naik ,anak nya susah mendapat jodoh atau pekerjaan .Yang kedua  hubungan antara orang perantau –dalam kasus ini orang yang tinggal di kota Medan dan jakarta dengan famili yang tinggal di kampung kurang baik .Dan yang terakhir adalah rasa kebersyukuran atas keberhasilan anggota keluarga lain ,pekerjaan mereka baik dan pendidikan anak anak mereka berhasil .Selama ini kita sering kali melihat banyak orang di sekitar yang kita melakukan ritual-ritual batak pesta tugu atau mangongkal holi Apakah sebenarnya hubungan  kebudayaan tersebut dengan kekristenan, Apakah ada permasalah ,mangongkal holi  dengan kekristenan?

Kata kunci :agama kristen,pesta tugu,mangongkal holi,

PENDAHULUAN

Orang-orang kristen dari gereja gereja suku memuja nenek moyang mereka dengan berbagai cara .Di sumatera Utara mereka membuka kuburan kuburan tanah yang sementara ,sesudah lewat pembusukan yang dianggap perlu,lalu mengangkat tulang tulang dari dalam nya dan menempatkannya dalm suatu kuburan semen dengan mengadakan upacara tertentu.

Pemindahan itu dilakukan dengan perayaan sehingga orang dapat menyebutnya suatu pesta tugu. Apabila orang orang yang mengurus pemindahan adalah orang orang kristen,sebagaimana sekarang persetujuan untuk pemindahan tersebut, dengan memberitahukan hari dan jumlah para bapa leluhur yang tulang-tulangnya akan dikumpulkan dan dimakamkan.

Di daerah Toba orang-orang kristen terus menjalankan upacara-upacara penggalian tulang-tulang dalam bentuk yang telah diubah.Gereja telah menyucikan (memebersihkan) adat itu dari unsur unsurnya yang parbegu dan telah memasukkan suatu peraturan penggalian tulang-tulang di antara orang –orang kristen HKBP distrik Toba.

Yang merupakan pusatnya ialah tengkorak dan tulang-tulang dari bapa suku atau dengan dihadiri seorang penatua.Upacara itu disebut mangongkal holi.Lalu tulang-tulang dibersihkan dan dalam suatu peti kecil dipindahkan ke kuburan yang baru.Disini berlangsung semacam upacara yang liturgis,partagiangan (kebaktian syukur) yang sebenarnya ,yang  sebagian dipimpin oleh seorang penatua atau seorang pejabat  gerejawi lainnya .

Tetapi pengaruh dan terus- bekerja nya agama batk-purba itu tampil dengan nyata dalam sederetan situasi-situasi kritsis,yang akan perkenalkan. Peraturan gerejawi mengenai pemindahan itu bertolak ari anggapan ,bahwa perayaan itu tak boleh dihubungkan dengan gagasan persembahan kurban dan dengan upacara- upacara kurban persembahan itu sendiri.Ini berarti baha tulang tulang itu boleh memang dipindahkan kedalam suatu makam baru ,tetapi inti hubungan “usaha” horja ini dengan kurban persembahan kepada nenek-moyang secara asasi tealh dicabut.Menurut peraturan gerejawi ,tulang-tulang itu haruslah dibawa pada siang hari dari kuburan yang lama kedalam kuburan yang baru,dan betul betul secara langsung .

Tulang tulang yang dipindahkan kedalam desa marga itu malam hari harus disimpan dalam gereja ,dan dalam ini haruslah dijaga supaya kunci pintu tidak boleh berada di tangan keluarganya ,melainkan disimpan oleh penatua atau pemimpin jemaat yang berwewenang .

LANDASAN TEORI

Ibadat Tugu atau ibadat makam ,dan pemujaan nenek moyang sebagaimana digambarkan pada halaman-halamaan terdahulu ,atau dalam bentuk bentuk lain,tidaklah hanya terbatas pada indonesia bagian barat saja ,melainkan merupakan suatu problema bauat gereja gereja di Asia dan Afrika pada umumnya.Pergumulan orang kristen dengan pemyembahan kaisar di Tiongkok sampai tahun 1945,sudah dijelaskan dalam buku buku lain .

Di tiongkok ibadat pemujaan bapa bapa leluhur kaum keluarga ,demikian juga dinasti kaisar ,memang memperlihatkan kesejajaran dengan pemujaan nenek moyang dalam agama suku .

Patung nenek moyang ,sebagai lambang kehadiran  bapa bapa leluhur,adalah suatu gejala lama yang tersebar luas dalam sejarah agama .Heine Geldern berkata bahwa di indonesia barat mungkin sudah terdapat patung patung nenek moyang sejak bagian terakhir zaman batu (neolithicum),tahun 2500-1500 SM. Pada zaman yang dinamai zaman kebudayaan kapak empat persegi . Heine Geldem berkesimpulan baha antara tahun 1870-1930 jumlah dn arti tugu –tugu nenek moyang telah berkurang dibandingkan dengan tunggal panaluan dan “bentuk-bentuk magis” lainnya.

METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang di gunakan di dalam makalah ini adalah deskriptif, metode ini merupakan sebuah penelitian yang dibuat dengan tujuan utamanya memberi gambaran atau deskripsi mengenai situasi secara objektif. Melalu metode penelitian yang dibuat ini kita di ajak untuk mengerti dan memahami bagaimana dan apa hubungan Pesta Tugu (mangongkal holi) terhadap keagamaan khususnya agama kristen.

PEMBAHASAN

Pesta tugu (magongkal holi ) adalah sebuah tradisi membongkar kembali tulang belulang dan menempatkan nya kembali ke suatu tempat,tepatnya di sebuah tugu.Mangongkal holia adalah salah satu kekayaan kebudayaan masyarakat batak toba yang hingga saat ini masih dilestarikam .Bentuk dari mangongkal holi ini adalah upacara ataupun ritual .Tidak ada catatan yang pasti mengenai aal mula upacara mangongkkal holi ini.Akan tetapi ,secara tradisi dikatakan bahwa upacara ini akan ada jika ternayata arwah dari salah seorang nenek moyang dalam satu keluarga  datang kepada salah seorang anggota keluarga yang masih hidup ,baik lewat mimpi ataupun leat penglihatan ,lalu memohon untuk memindahkan tulang belulang nya ketempat yang lebih layak.

Orang orang kristen dari gereja –gereja  suku memuja nenek moyang mereka dengan berbagai cara.Di sumatera utara mereka membuka kuburan kuburan tanah yang sementara ,sesudah lewat waktu pembusukan yang dianggap perlu ,lalu mengangkat tulang tulang dari dalamnya dan menempatkan nya dalam suatu kuburan semen dengan mengadakan upacara tertentu .Ritus pesta tugu ini termasuk ritus besar yang disebut sapanganan horbo ,karena binat ang kurban ialah kerbau dan jumlah orang yang hadir jauh lebih besar daripada ritus manuk gantung dan gondang jujungan yaitu dalihan na tolu (hulahula,boru,dan dongan sabutuha),kepala regio (raja bius) dan pemimpin dusun (raja huta) ,pengurus gereja katolik (pangula ni huria katholik) ,teman sekampung ,aparatur pemerintah  (kepala kampung) dan lain lain.Pengurus geraja menggantikan fungsi datu sebagai pemimpin upacara dalam ritus ini.

 Pada saat acara mangongkal holi atau pesta tugu tersebut ada tata tertib acara yang pertama  kata kata sambutan (mandok hata atau jambar hata) .Pentingnya kata kata sambutan ini sama dengan pentingnya daging kurban tadi .Maka acara kata kata sambutan disebut juga hak untuk berbicara (mandok hata).Tetapi karena tidak mungkin semua orang menyampaikan kata kata sambutan maka kelompok memilih orang yang berhak dan pantas untuk itu .

Kata kata orang itu harus terpilih dan bagus ,enak didengar telinga dan menyenangkan hati.Kedua ialah beras.Kalau ini berfungsi untuk menjamin kesuburan ladang,hewan dan manusia (boras si gabe gabe ). Ketiga ialah darah .Daging yang dipotong potong kecil  dan icampur dengan darah dalam bahasa batak toba disebut sangsang .Sangsang adalah makanan khas orang batak toba .Darah yang dicampur bersama dengan daging merupakan lambang kehidupan dan penguat hidup. Keempat adalah tarian (tortor).Dalam setiap tarian selalu ada dua partai, yaitu partai yang datang(tamu) dan partai yang menerima(suhut) . Dua kelompok ini bisa antara klan (marga) yang lebih tua dengan yang lebiih muda  atau sebaliknya ,antara pihak pemberi istri (hulahula) dengan pihak penerima istri (boru) atau sebaliknya ,antara tamu dengan tuan rumah (suhut).

 Ulos adalah simbol berkat  dan tangan yang terbuka adalah simbol kesediaan orang itu untuk menerima  berkat tersebut .Dan yang kelima adalah  borotan ,tempat untuk mengikatkan binatang kurban .Borotan adalah simbol dari pohon kehidupan yang mempersatukan dunia atas,tengah, dan dunia bawah .Dalma mite penciptaan pohon kehidupan ini diberi beberapa nama yang berbeda ,yaitu  hariara sundung di langit dan hariara jambubaru .Tetapi isinya adalah sama yaitu bawah pohon kehidupan  ini mempunyai daun –daun di mana tertulis nasib manusia .Pohon ini ditempatkan di tengah halaman rumah dan di tengah huta .

Dalam kolose 3:3 paulus memahami kematian sebagai “kepergian ke dalam kehidupan bersama sama kristus yang tersembunyi pada allah .Roma 14:7-9 menekankan dengan sangat bahwa mereka ,hidup dan mati ,adalah Tuhan atas orang orang hidup dan orang orang mati .Kelanjutan persekutuan dengan kristus adalah berdasarkan kasih Allah ,yaitu kesetiaan nya, yang dialami oleh orang percaya ,oleh karena roh kudus telah dicurahkan ke dalam hati nya (roma 5:5). Sekarang kita dapat merumuskan secara sistematis ajaran gereja purba tentang turun nya kristus ke neraka ,dengan bertolak dari susdut kristologis.Dalam pada itu kita terutama akan memperhatikan ajaran tersebut,yang penting bagi persoalan yang dihadapi ,yakni pemajuan nenek moyang apada suku suku bangsa purba.

KESIMPULAN

Pesta tugu adalah ritus penghormatan marga (clan) yang sering disebut diadat batak dengan mangongkal holi  kepada nenek moyang mereka dengan menguburkan kembali tulang belulang nenek moyang tersebut kedalam tempat permanen.   Ibadat Tugu atau ibadat makam ,dan pemujaan nenek moyang sebagaimana digambarkan pada halaman-halamaan terdahulu ,atau dalam bentuk bentuk lain,tidaklah hanya terbatas pada indonesia bagian barat saja ,melainkan merupakan suatu problema bauat gereja gereja di Asia dan Afrika pada umumnya.

Pergumulan orang kristen dengan pemyembahan kaisar di Tiongkok sampai tahun 1945,sudah dijelaskan dalam buku buku lain . Pesta tugu (magongkal holi ) adalah sebuah tradisi membongkar kembali tulang belulang dan menempatkan nya kembali ke suatu tempat,tepatnya di sebuah tugu.Mangongkal holia adalah salah satu kekayaan kebudayaan masyarakat batak toba yang hingga saat ini masih dilestarikam .

Bentuk dari mangongkal holi ini adalah upacara ataupun ritual. Roma 14:7-9 menekankan dengan sangat bahwa mereka ,hidup dan mati ,adalah Tuhan atas orang orang hidup dan orang orang mati .Kelanjutan persekutuan dengan kristus adalah berdasarkan kasih Allah ,yaitu kesetiaan nya, yang dialami oleh orang percaya ,oleh karena roh kudus telah dicurahkan ke dalam hati nya (roma 5:5). Sekarang kita dapat merumuskan secara sistematis ajaran gereja purba tentang turun nya kristus ke neraka ,dengan bertolak dari susdut kristologis.Dalam pada itu kita terutama akan memperhatikan ajaran tersebut,yang penting bagi persoalan yang dihadapi ,yakni pemajuan nenek moyang apada suku suku bangsa purba.

Citra Marsely Sianturi

SEKOLAH SEKOLAH TINGGI THEOLOGIA HKBP

Jl. Sangnawaluh no 6 Pematang Siantar

[email protected]

[email protected]

DAFTAR PUSTAKA

Togar Nainggolan, Sejarah dan Transformasi Religi, (Medan: Bina Media Perintis,2014) 108-127

LOTHAR SCHREINER Adat Dan Injil  Perjumpamaan Adat Dengan Iman Kristen Di T anah Batak(Jakarta :Gunung Mulia ,2019)

WIKEPEDIA