Kriminal

Perkosa Tante, Ponakan “Dihabisi” Pamannya

Kapolres Nias beri keterangan pers

Nias- Dairi Pers : Operius Hura alias Ama Galito meregang nyawa ditangan pamannya sendiri  YL (46) di Dusun II, Desa Sanduta, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara.
Ama Galito sebagai korban diyakini telah memperkosa  tantennya yang merupakan istri sang paman.

dikutip dari PR Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan saat menggelar konferensi pers didamping oleh Wakapolres Nias, Kabag Ops, Kasat Reskrim dan Kapolsek Idanogawo. Sabtu, (27/06) menerangkan Usai membunuh korban, tersangka menelepon dan mendatangi rumah kepala dusun yang kemudian menceritakan peristiwa yang dilakukannya dengan niat menyerahkan dirike polisi.

Kejadian pembunuhan tersebut terjadi pada Sabtu 13 Juni 2020 lalu sekitar pukul 15.00 WIB di Dusun II, Desa Sanduta, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias.

Ceritanya Berawal saat istri tersangka, ML diperkosa oleh korban di kebun. “Kebetulan ada anak-anak yang melihat aksi bejat korban, lalu memberitahukan kepada tersangka.

Spontan, tersangka membawa parang dan kayu mengejar korban. Berjarak 5 meter tersangka melihat korban sedang meniduri istrinya tanpa busana dan tersangka berkata kepada korban kenapa kau lakukan itu sama tantemu,” tutur Kapolres.

Terjadi pertengkaran dan korban  lari ke rumahnya. Bukannya bersembunyi namun korban kembali  dengan mengambil tombak bergagang kayu dan sebilah parang untuk melawan tersangka.

Terjadi pergumulan sengit . korban awalnya berhasil menusuk tersangka  yang merupakan pamannya. Namun. Tersangka berhasil menangkis serangan korban, lalu membalasnya  dengan senjata ditangannya . Pergumulan itu dimenangkan sang Paman hingga korban tewas ,” jelasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (Hen)