Hukum

Perangkat Desa Lae Sering “ Berang” Kerjaan Plt Kades Yang Kepala Poskesdes Amburadul

Mantan PLt Kades Lae Sering Lina Saragih, bangun Parit yang amburadul dan kantor desa

Sidikalang- Dairi Pers : Diwarnai kritik tahun 2019 Keputusan Pemerintahan Johhny Sitohang periode silam mengangkat Liana Saragih kepala poskesdes desa Lae sering menjadi pelaksana tugas kepala desa lae Sering akhirnya berbuntut panjang. Kini perangkat desa Lae Sering berang membongkar pelaksanaan Dana Desa Tahun 2019 yang amburadul. Disamping itu diduga kuat sejumlah kegiatan pemberdayaan dan  pembinaan masyarakat dengan nilai ratusan juta rupiah di juga  fiktif.

Hasil wawancara Dairi Pers.com  kepada Kepala Dusun II Lae Sering Manase Manalu, Kadus Dusun i  Jupik padang yang  juga didengar Kepala desa defenitif   Lae sering Bantus Manalu  senin (23/3) mengakui kalau penggunaan Dana Desa tahun 2019 “hancur hancuran”. “ Silahkan lihat fisiknya sudah hancur hancuran meski belum ada setengah tahun “ sebut mereka.

Dikatakan kalau perangkat  desa sama sekali tidak dilibatkan dalam pengelolaan dana desa lae sering tahun 2019.  Bahkan untuk kegiatan pemberdayan masyarakat dan pembinaan  masyarakat diduga fiktif. “ Karang taruna dan kegiatan kemasyarakatan tidak ada” sebut mereka

Dairi Pers yang meninjau salah satu bangunan fisik pembangunan parit semen di dusun Nahornop seninlai Rp. 148 juta kini sudah rusak. Lantai parit bolong bolong dan kini sudah ditumbuhi lalang. Dari pamplet penggunaan  dana desa diuraikan  Perpipaan  Rp. 126 juta,  Penurunan Badan Jalan  dan parit  Rp. 171 juta,  parit drainase Rp.  Rp. 148 juta, Pembukaan jalan Rp. 330 juta, , Perkerasan jalan Rp,. 220 juta dan insentif kader posyandu Rp. 37 juta.

perangkat Desa yang membongkar dana desa 2019

Dairi Pers yang langsung menkonfirmasi masalah ini kepada Plt Kepala Desa Lae Sering Liana Saragih senin (23/3) mengakui kalau berkaitan pembangunan semua fisik desa Lae Serring tahun 2019 dikerjakan suaminya bermagra Purba yang juga ketua kecamatan salah satu Parpol. Liana mengakui kalau suaminya juga seoarang  pemborong.

Liana yang ditanyakan berkaitan fisik yang dikerjakannya sudah rusak berkelit dan jawaban berbelit belit. Oknum yang juga kini menjabat kepala Poskesdes itu mengelak dan melemparkan tanggung jawab agar bertanya kepada  kepada suaminya yang mengerjakan proyek fisik.

Saat ditanyakan kegiatan yang dilakukan Liana Saragih berkaitan pemberdayaan masyarakat desa menerangkan untuk kegiatan peringatan hari kemerdekaan dengan melibatkan karang taruna membeli baju. Sedang untuk kegiatan PKK disebutkan masak memasak. Saat ditanyakan jumlah anggarannya  oknum mantan plt kepala desa itu mengelak menyebut lupa.

Sambil bingung dan panik Liana Saragih juga mengakui kalau hingga kini SPJ pertanggung jawaban desanya belum juga selesai.

Insentif Posyandu

Sementara itu alokasi anggaran dana desa tahun 2019 di desa ini cukup aneh. Pasalnya oknum kepala desa membuat anggaran insentif posyandu Rp. 37 juta . Anggaran ini terasa aneh karena anggaran serupa tidak pernah ada di desa yang lain.  Payung hukum penganggaran dana desa dapat dijadikan insentif posyandu ini belum ada. Diduga kuat karena Liana Saragih juga kepala Poskesdes desa tersebut sehingga menganggarkan insentif untuk poayandu. Diduga kuat dana tersebut juga tidak dibagikan .

Hendaknya ini menjadi perhatian insepktorat Dairi sehingga kasus Plt kepala desa yang sejak awal sudah kontroversi ini tidak  terulang kembali di Dairi ( Agam/ Rait)