Ekonomi

Pemkab Dairi Gandeng BNI Untuk Smart Farming

Bupati DR Eddy Berutu dalam peluncuran Smart Farming di Parbuluan

Sidikalang- Dairi Pers : Pemkab Dairi             menggandeng Bank Nasional Indonesia (BNI) menyalurkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan membagikan dana CSR d kepada petani Dairi . Acara itu dilaksanakan serangkaian gerakan menyongongsong pertanian 4.0 yang diadakan di Desa Bangun, Kecamatan Parbuluan pada Rabu (20/11). Acara ini dihadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, Direktur Tresuri dan Internasional BNI Bob Tyasika Ananta ,Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Berutu bersama dengan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Dairi Ny. Romy Mariani dan sekitar 300 petani kopi Kabupaten Dairi .

Hadir dalam acara ini Direktur Pengembangan SDA dan Lingkungan Hidup Kementrian Desa PDTT Dr. Wirudi Hartoyo, Direktur Ekonomi Digital Kementrian Kominfo Ir. Wijayanto, M.M, Kepala Seksi Pertanian Kementrian Pertanian Ir. Lina Suprihati, Chief Marketing Officer PT. MSMB Trianita Hesti, M.BA; GM Bisnis Usaha Kecil BNI Bambang Setiatmojo, Head of Bussines Banking BNI Medan Evan Zulkarnaen, Kepala OJK Medan, Perwakilan Badan Otorita Danau Toba serta para Pimpinan OPD dan Camat se-Kabupaten Dairi

Bantuan CSR NI ini diberikan dalam bentuk alat Soil & Weather Sensor RiTx (alat pendeteksi suhu dan kelembapan tanah) sebanyak 2 unit kepada para petani

Direktur Tresuri dan Internasional BNI  Bob Tyasika Ananta mengatakan Kopi Sidikalang yang sudah terkenal akan khas dan aromanya telah banyak di nikmati oleh pecinta kopi nusantara hingga penjuru dunia. BNI hadir dengan teknologi smart farming untuk mengembalikan kejayaan kopi sidikalang hingga ke mancanegara. “Ini spirit yang luar biasa dari Pak Bupati yang menginginkan kembalinya kejayaan kopi sidikalang hingga ke dunia dimana saat para penggemar kopi di dunia sedang trend untuk minum kopi dan secara ekonomi pastinya akan berdampak kepada para petani kopi,” ujarnya.

Dikatakan Ananta BNI ingin meningkatkan produktivitas para pertani melalui teknologi smart farming. Gerakan menyongsong pertanian 4.0 di inisiasi oleh BNI yang berkolaborasi dengan Kementrian Pertanian, Kementrian Kominfo, Kementrian Desa, PT. PPI dan PT. Mitra Sejahtera Membangun Bangsa dengan memanfaatkan kemajuan teknologi smart farming 4.0 yang menerapkan teknologi sensor tanah dan cuaca sehingga dapat memantau kondisi lahan secara real time. “Dengan teknologi tersebut di harapkan data pertanian akan lebih terukur dan presisi sehingga membantu petani meningkatkan produktifitas dan efisiensi,” sebutnya 

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumut  mengatakan teknologi memegang peranan penting dalam membangun pertanian sehingga Pemerintah berinisiatif meningkatkan produksi pertanian dengan menuangkan revolusi industri di bidang pertanian guan menjawab tantangan zaman menhgadapi era industri 4.0.

Pemanfaatan teknolgi harus di dukung dengan SDM pertanian yang handal, namun menurut sensus pertanian 2019 pendidikan petani yang pernah sekolah menengah atas sampai perguruan tinggi hanya lebih kurang sebanyak 23,90% sehingga menyebabkan pengolahan usaha tani kurang berkembang dan serapan teknologi belum dilaksanakan secara optimal.

Dikatakan petani yang berusia 35 tahun ke bawah sekitar 192 juta jiwa atau sekitar 14,41% dari jumlah petani yang ada di Sumatera Utara. “Pemberdayaan generasi petani milenial, menjadi petani milenial perlu di tingkatkan untuk penyiapan kebutuhan komptensi SDM menyongsong era industri 4.0,” sebutnya

Bupati Dairi DR Eddy Berutu dalam sambutannya mengatakan 49% dari dari luas lahan di Kabupaten Dairi adalah merupakan lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan bagi mayoritas masyarakat Kabupaten Dairi yang bekerja sebagai petani.

Masalah pertanian tidak  dapat di selesaikan oleh satu lembaga atau satu kelompok saja, namun harus secara bersama sama. “Misalnya kalau PPL jika di dampingi oleh Babinsa yang ada di setiap titik masyarakat barang kali mungkin akan lebih canggih pertaniannya,” . Petani di Kabupaten Dairi seperti halnya petani di Kabupaten lain sering mengalami banyak masalah, masalah yang utama adalah tentang bibit, teknik budidaya pertanian, hama yang terus mengganggu tanaman serta masalah panen

DR Eddy mengucapkan terimakasih kepada  perbankan yang turun tangan dengan slogan lepas dasi sejahterakan petani. Dengan kita bersama-sama maka upaya kita untuk mengangkat para petani kita ke level berikutnya pasti akan jauh lebih mudah. Semoga keunggulan kami di bidang pertanian bisa menembus pasar eksport dan kebutuhan akan dana investasi bisa datang dari luar yang bisa kita gunakan untuk membangun Kabupaten Dairi yang kita cintai ini,” Sebut Bupati. (Ipen)