Peristiwa

Pekerja Bangunan Tewas Terjepit di Sidikalang

Monsusanto Silalahi saat terjepit tiang beton

Sidikalang – Dairi Pers : Tidak ada yang tahu kapan maut akan tiba. Demikian yang dialami Monsusanto Silalahi (36) warga Juma Takkar, Sidikalang kabupaten Dairi harus menghembuskan nafas terakhirnya saat bekerja sebagai pekerja bangunan di salah satu rumah warga di desa Kalang baru kecamatan Sidikalang, kab Dairi Rabu (13/11) sekira pukul 10 WIB.  Ayah yang mencari nafkah sebagai buruh bangunan tersebut terjepit tiang tembok saat akan memperbaiki kanopi rumah.

Informasi yang berhasil dikumpulkan Dairi Pers dari Tempat Kejadian Perkara Korban bersama temannya tengah bekerja memperbaiki rumah milik marga Sihombing di Kalang baru. Monsusanto kala itu tengah memperbaiki kanopi dan berdiri di pinggir tembok teras rumah lantai atas. Setahu bagaimana  diperkirakan tiang penyanggah yang terbuat dari beton itu runtuh dan berlipat.

Korban yang tengah bersandar di sudut rumah akhirnya terjepit reruntuhan tiang beton yang bengkok. Korban juga tidak dapat bergerak hingga dilihat teman kerjanya yang lain. Beratnya tiang beton yang menjerpit korban membuat sulitnya mengevakuasi korban. Diperkirakan korban meninggal ditempat setelah warga berupaya beramai ramai membongkar tiang tembok yang menjepit korban.

Korban berhasil dikeluarkan dari tiang tembok namun diperkirakan sudah meninggal dunia. Korban selanjutnya dievakuasi ke RSU Sidikalang. Namun korban dinyatakan sudah meninggal dunia.  Jenazah korban sudah dikembalikan ke pihak keluarga di Juma Takkar. Sementara polisi telah memanggil sejumlah saksi berkaitan dengan tewasnya pekerja bangunan tersebut.

Dari hasil pemeriksa luar tubuh korban disebutkan tubuh korban mengelamai remuk pada bagian dada dan tulang rusuk.  Dibagian kepala juga terlihat luka seperti bekas benturan benda keras.

Dari sejumlah tetangga korban menyebutkan kalau korban memang berpropesi sebagai pekerja bangunan. Biasanya dipanggil group pekerja lain untuk mengerjakan rumah , ruko maupun pekerjaan borongan dari pemerintah.

Sehari harinya korban disebut baik dan ramah kepada warga sekitarnya. Hingga hari ini jenazah korban masih disemayamkan di rumah duka. Sejumlah kerabat silih berganti melihat jenazah korban dan menguatkan keluarga korban yang ditinggalkan. (hen)