Yang Miring

Pandemi

Ilustrasi pandemi Virus

Secara mengejutkan dunia ketakutan luar biasa pasca Cornona menyerang. Tiada ampun ditempat asalnya Wuhan China mayat bergelimpangan di trotoar. Kini virus Covid 19 itu menyebar ke 70 negara. Bayang bayang kematian terus menghantui. Konon penyebarannya melalui udara dan bersinggungan langsung dengan penderita. Epidemik ini meluas dan berkembang pesat hingga menakutkan.

Sesungguhnya kitab suci sudah menjelaskan mengurangi populasi manusia dengan adanya wabah penyakit. Mungkin Covid 19 ditahun 2020 ini adalah janji yang ada di kitab suci itu. Dunia kewalahan sedang para pakar , propesor, doktor belum juga menemukan penawar. Hidup menjadi nasib nasiban.

Bermula dari Wuhan China, virus menyebar hingga menebar kewalahan dan ketakutan. Mungkin sebentar lagi menjadi pandemi. Wabah terjadi dimana mana hingga mematikan dalam jumlah besar.

Hingga kini belum pasti penyebabnya . Jika diawal disebut kelelawar, kotornya pasar di wuhan hingga isu bocornya penelitian senjata biologi. Apapun penyebabnya saya yakin ini awalnya dianggap sepele, tidak disadari dan dianggap remeh. Namun bergitu kencangnya menyerang membuat ketakutan dan kekhawatiran. Bahkan kini tidak sempat lagi membahas penyebabnya. Semua sudah  sibuk menjaga diri agar tidak tertular dan menyelamatkan diri.

Sesungguhnya dalam kehidupan dan berbagai sisi hidup manusia virus selalu ada. Dalam komunitas, dalam kelompok bahkan dalam  kekuasaan virus selalu ada.  Virus dalam kekuasaan bisa disebabkan dari luar bisa juga disebabkan penguasa itu sendiri. Dan virus yang paling menakutkan itu pandemi tiba tiba seluruh organ, sisi dan meluas bergerak. Tiba tiba semua elemen mengulah dan bergerak secara besar besaran menebar rasa tidak percaya..

Jika ini terjadi maka tinggal kematian yang dinanti. Jangankan mencari penawar, waktu habis untuk  menyelamatkan diri . Menangkis serangan, menutupi lobang dan membuang energi hanya karena awalnya merasa sepele. Jika sudah begini harus ada revolusi. Itu juga jika waktu masih berpihak dan dewi fortuna masih menyebelah.

Saya jadi teringat pelajaran sejarah masa sekolah dulu. Bagaimana Virus PKI awalnya dianggap sepele.  Dia dibiarkan berkembang .Ternyata virus itu terus membesar  bahkan menjadi pandemi. Peristiwa 30 sepetember 1965 menjadi bukti sejarah bagaimana virus itu masih bisa dikendalikan. Kalau saya melihat kisah itu hanya nasib  saja. Tuhan masih tidak ingin bangsa ini dikuasai virus PKI. Tuhan belum setuju bangsa ini digerogoti virus PKI kala itu.

Suka tidak suka bicara virus dalam politik kekuasaan tergantung kalah menang. Meski penjahat, bandit , penghianat dan kudeta jika memenangkan pertarungan maka dia yang akan disebut sebagai pahlawan. Lihat saja peristiwa jajak pendapat di Timor Leste. Pasti kala itu pemerintah Republik Indonesia menyebut fretilin penghianat bangsa. Disebut Gerakan Pengacau Keamanan (GPK) dll. Namun setelah jejak pendapat dan fretilin memenangkan maka mereka disebut pahlawan.  Nama mereka tercatat dengan tinta emas disejarah Timor leste.

Memanajemen virus tidaklah mudah. Perlu kehati hatian dan serius. Dan paling berbahaya bukan virus yang muncul dari luar . Paling berbahaya virus yang diciptakan dan awalnya hanya coba coba. Saat menjadi pandemi maka penciptanya yang lebih dahulu menjadi korban. Jadi jangan bermain main dengan virus. (Penulis : Hendrik)

Tentang Penulis

Hendrik Situmeang

Tambah Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar