Kriminal

Palsukan Tanda Tangan, Kades Tualang Dipenjara

Oknum Kades Kalep Sianturi Kenakan Rompi Oranye Tahanan Polres
Oknum Kades Kalep Sianturi Kenakan Rompi Oranye Tahanan Polres

Sidikalang- Dairi Pers : Oknum kepala desa Tualang, Kecmatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi Kalep Sianturi resmi ditahan polres Dairi sejak  kamis (5/7). Kepala desa yang baru dilantik Bupati Dairi Desember 2017  itu ditahan setelah pengaduan Hosea Simamora BPD (Badan Perwakilan Desa) dengan tuduhan pemalsuan Tanda Tangan pada september tahun 2017.

Penjelasan Kapolres Dairi AKBP  Erwin Wijaya Siahaan melalui Kasat Reskrim AKP Dolly Nelson Nainggolan didampingi Kasubbag Humas Ipda Hardi Sianipar menjelaskan  oknum  kepala desa Tualang tersebut ditahan  atas dugaan pemalsuan tanda tangan di beberapa dokumen. Hal itu berkiatan dengan revisi RPJM Desa 2012-2017.

Polisi telah melakukan uji forensik di labfor Poldasu. Meski demikian Kalep Sianturi yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu  tidak mengakui perbuatannya.

Kepala desa Tualang tersebut  diadukan BPD desa tualang ke polisi  dengan bukti bukti dugaan pemalsuan tanda tangan disejumlah dokumen.  Awalnya kasus ini berjalan lambat dan oknum kepala desa Kalep Sianturi beberapa kali diperiksa di ruangan pemeriksana Polres Dairi.

Kepala desa yang mantan wartawan itu dikenal kepala desa incumbent di desanya.   Untuk periode ini Kalep kembali menang dan mujlai bertugas  kembali sejak Desember 2017. Sementara itu diperoleh keterangan Kalau kepala desa tersebut ditahan polres Dairi kamis (6/7) sekira pukul 23.00 WIB

Awal Kasus

Sebagaimana diketahui awalnya kasus ini bergulir setelah Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tualang Kecamatan Siempat Nempu Hulu  Dairi Hosea Simamora (47), melaporkan mantan Kepala Desa KS ke Mapolres Dairi, 3 September 2017 dengan  dugaan pemalsuan tanda tangan.

Hosea Simamora,menyebutkan aduan sekaitan  dugaan pemalsuan tanda tangan pada beberapa dokumen kegiatan  Desa Tualang. Laporan  pengaduan itu   dengan  nomor: STPL/ 209/ XI/ 2017/ DR/ SU/ SPK.

Dugaan pemalsuan tanda tangan itu, seperti pengesahan Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) Tualang tahun 2012-2017, daftar hadir rapat musyawarah dusun tahun 2016, APBDes 2016.

Saat itu Hosea menyebutkan tidak pernah menandatangani dokumen . Rapat juga tidak pernah mengundang BPD sejak juni 2016 . Pihaknya juga menduga kalau nama dan tanda tangan dalam rapat rapat dusun banyak yang palsu.

Hosea juga mengaku tidak pernah menerima biaya operasional apa pun sebagai Ketua BPD Desa Tualang. Padahal, biasanya biaya operasional Ketua dan anggota BPD ada ditampung. Jabatannya sebagai Ketua BPD Desa Tualang sesuai dengan surat keputusan (SK) Bupati Dairi periode 2014- 2020. Artinya, SK tersebut masih berlaku hingga tahun 2020.

Merasa tanda tangannya dipalsukan akhirnya oknum kepala desa Tulang tersebut diadukan pada september 2017. Setelah proses panjang  kamis (5/7) oknum kedes Kalep Sianturi Resmi ditahan Polres Dairi dengan mengenakan rompi oranye. (hen)