Kriminal

Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita Vonis Mati

Oknum Polisi yang memperkosa dan membunuh dua wanita

Medan- Dairi Pers :  Oknum polisi Bejat Aipda Roni Syahputra, personel Satuan Sabhara Mapolres Belawan dijatuhi pidana hukuman mati dengan dakwaan terbukti memperkosa dan membunuh dua wanita sekaligus. Vonis hukuman mati itu dijatuhkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan, Senin (11/10/2021)

Terdakwa Apida Roni secara sadis menghabisi nyawa dua perempuan sekaligus karena terbekap nafsu memperkosa korban. Vonis ini dibacakan di Ruang Cakra Lima, Pengadilan Negeri Medan. Sejumlah keluarga korban sempat menangis mendengar kronologi awal kedua korban yang bertetangga ini dibawa kabur terdakwa, diperkosa, disekap di kediaman terdakwa selama kurang lebih 12 jam hingga akhirnya dibunuh dan dibuang di dua tempat terpisah.

Pembunuhan terhadap dua perempuan oleh oknum polisi, masing-masing Riska Pitria (21) dan Aprilia Cinta (13) pada 21 Februari 2021 lalu memasuki babak akhir. Terdakwa Aipda Roni Syahputra pelaku tunggal dalam kasus ini dijatuhi hukuman mati oleh majelis hakim yang diketuai Hendra Sutardodo.

Putusan hakim ini sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum pada sidang sebelumnnya, yakni hukuman mati. Dalam fakta-fakta persidangan, majelis menyatakan terdakwa terbukti bersalah membunuh dua nyawa sekaligus, serta memperkosa satu korban yang masih di bawah umur sebelum dibunuh.

Majelis menyatakan tidak menemukan hal-hal yang membantu meringankan hukuman terdakwa. Sebaliknya banyak perkara yang memperberat hukuman, salah satunya tanggung jawab moral terdakwa sebagai anggota polisi.

Salah seorang korban masih di bawah umur, serta terdakwa mempunyai kesempatan untuk tidak membunuh korban, namun mengabaikannya.

“Kami merasa puas karena sudah dihukum mati atas perbuatannya itu,” ujar Leo, kakak korban.

Kasus pembunuhan ini terjadi pada pertengahan Februari 2021 lalu. Terdakwa Roni Syahputra mengaku memegang barang titipan untuk korban Riska Pitria dari salah seorang tahanan Polres Belawan. Korban Riska Pitria berstatus pegawai harian lepas di Polres Belawan.

Terdakwa membohongi Riska Pitria untuk bertamu penyerahan barang titipan, karena tertarik ingin melampiaskan nafsu bejatnya. Saat bertemu, korban Riska membawa serta Cinta Aprilia yang merupakan tetangganya.

Nahas, kedua korban dibawa kabur terdakwa ke sebuah hotel. Terdakwa kemudian memperkosa salah seorang korban, kemudian membawa keduanya pulang ke rumah milik terdakwa untuk disekap. Kedua korban dinyatakan meninggal akibat gagal nafas dibekap. (Hen)