Hukum

Nekat Pesta Ditengah Pandemi Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka

Pesta Dangdutan

Semarang- Dairi Pers : Langkah tegas dilakukan kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari Wibowo menetapkan Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo (WES) karena menggelar pesta dangdutan atas sunatan anaknya. Ketua DPD Partai Golkar Kota Tegal diancam 1 tahun penjara  dengan tuduhan pelanggaran Pasal 216 ayat 1 KUH Pidana Jo. Pasal 65 Ayat 1 KUH Pidana . Wakil ketua DPRD itu dituduh melakukan Penyelenggaraan konser di tengah pandemi itu diduga melanggar pasal 93 UU No 6/2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Wasmad dijerat pasal berlapis akibat menggelar acara dangdut di Lapangan Tegal Selatan, Rabu 23 September. Acara dangdut itu dihadiri ribuan penonton dan tak mematuhi protokol kesehatan.

“Kita dari penyidik Polda Jateng maupun Polres Tegal tidak pandang bulu pada siapa pun yang sudah melanggar protokol kesehatan,” kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iskandar Fitriana Sutisna,  Selasa (29/9).

Panggung dangdut di masa pandemi terlebih dengan ribuan penonton sangat rawan terhadap penularan Covid-19. Selain itu, tersangka dinilai mengindahkan peringatan yang diberikan petugas kepolisian dengan tetap  melanjutkan acara dangdut.

Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo (WES) pun dijadikan tersangka setelah   Polisi melakukan pemeriksaan terkait penyelenggaraan konser dangdut di Lapangan Tegal Selatan, Kota Tegal pada Rabu (23/9) malam.

WES dianggap melanggar hukum karena menggelar pesta hajatan dengan dangdutan di tengah pandemi dan tak mengindahkan peringatan yang diberikan pihak kepolisian.

“Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, kita melakukan penetapan tersangka kepada terlapor atas nama WES,” kata Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari Wibowo didampingi Kasatreskrim AKP Syuaib Abdullah dalam konferensi pers di Mapolres Tegal Kota, Senin (28/9). Menurut Rita, dasar penyelidikan awalnya adanya laporan polisi atau LP/A/91/IX/2020/Jateng/Res Tegal Kota tertanggal 25 September.

Setelah melakukan penyelidikan dan bukti permulaan yang cukup kemudian berlanjut ke penyidikan. “Adanya bukti permulaan yang cukup kita tingkatkan menjadi penyidikan,” kata Kapolres.

Disampaikan Kapolres, modus operandi tersangka dalam melaksanakan hajatan pernikahan dan sunatan dengan mengundang tamu dengan hiburan yang dihadiri ribuan orang tanpa memperhatikan protokol kesehatan.

Menurut Rita, dalam kasus yang ditangani penyidik gabungan dari Polda Jawa Tengah dan Polres Tegal Kota itu sedikitnya telah meminta keterangan 15 orang saksi.

 Mulai dari surat pengantar RT, pengantar kelurahan, pernyataan yang ditandatangani WES, surat izin yang diterbitkan Polsek, hingga 1 keping DVD berisi rekaman video jalannya acara.

Menurut Rita, meski ditetapkan tersangka, WES tidak ditahan.

Kapolsek Dicopot

Sebelumnya, Kapolsek Tegal Selatan telah dicopot karena tak berani membubarkan konser dangdutan tersebut.

 Kapolsek Tegal Selatan Kompol Joeharno tak berani membubarkan konser karena digelar oleh pejabat setempat yaitu Wakil Ketua DPRD Wasmad Edi Susilo.

Selain dicopot dari jabatannya, Kompol Joeharno juga sedang diperiksa oleh Propam terkait konser dangdut di Lapangan Tegal Selatan, Kota Tegal, pada Rabu (23/9) malam lalu.

Namun, hingga kini Kapolres Tegal Kota, AKBP Rita Wulandari Wibowo, masih bungkam terkait pencopotan jabatan Kompol Joeharno tersebut.

Sementara, Kepala Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, Kapolsek Tegal Selatan Kompol Joeharno sudah dicopot dari jabatannya untuk menjalani proses pemeriksaan internal oleh Propam.

“Kapolsek sudah diserahterimakan dan kapolseknya diperiksa oleh Propam,” kata Argo dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/9). Informasi yang berhasil dihimpun jabatan Kapolsek Tegal Selatan sudah diserahterimakan dari Kompol Joeharno kepada Kompol Al Kaf, di Ruang Deviacita Polres Tegal Kota, pada Kamis (24/9). (Hen)