Kriminal

Monik Terapis Cantik Pijat Plus plus Dihabisi Mahasiswa

Tersangka Mahasiswa

Surabaya- Dairi Pers : YF (20) mahasiswa Teknik Sipil sebuah universitas di Surabaya menjadi trending topik di medsos dan pemberitaan nasional setelah diketahui menghabisi Monik (33) seorang wanita terapis Pijat plus plus dengan cara sadis. Hanya masalah kecil terapis pijat ini minta tambahan uang karena tawaran plus  membuat YF Kalap menghabisi nyawa terapis. Ironisnya pelaku yang masih mahasiswa semester ke dua itu membayar terapis Rp. 900 ribu yang sebenarnya uang itu untuk bayar SPP uang kuliah.

Polrestabes Surabaya mengungkap identitas pembunuh wanita terapis panggilan pijat plus-plus di Lidah Kulon, Kota Surabaya, Jawa Timur. Monik sang terapis ditemukan dalam kardus dengan kondisi bersimbah darah dan leher penuh sayatan ditemukan warga pada Rabu (17/6).

ilustrasi

Hasil penyelidikan polisi pelaku YF yang masih berstatus mahasiswa dan pembunuhan dilakukan di rumah  kontrakan YF

YF mengaku sudah membayar korban berinisial Monik  (33), warga Jalan Ciliwung Surabaya Rp 900 ribu agar memberikan layanan pijat.Lalu, ada tawaran pijat plus-plus dengan tambahan Rp 300 ribu. Pelaku tidak mau membayar.

Karena soal minya tambahan usai plus plus Percekcokan terjadi setelahYF merasa dibohongi oleh korban yang merupakan terapis pijat. “Saya bayar pijatnya Rp 900 ribu. Kemudian dia (korban) menawarkan layanan plus-plus.

Setelah itu saya gituin saja (tidak bersetubuh) tapi minta tambahan uang 300 ribu, saya tidak mau,” jelasnya Karena terjadi perselisihan itu, korban kemudian dibekap tersangka. Alih-alih diam, korban malah berteriak hebat dan membuat tersangka panik.

“Saya panik. Ambil pisau lipat langsung menusuk leher korban itu. Saya takut kegrebek warga kalau dia (korban) teriak terus,” kata YF

Hasil pemeriksaan polisi  diketahui YF  berkenalan dengan korban melalui media sosial Twitter @MassagePandawa. Terjadilah kesepakatan untuk bertemu di rumah kontrakan yang ditinggali mahasiswa itu.

Korban datang, Selasa (16/6) sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah itu, korban memberikan layanan jasa pijat selama 45 menit. Di sela-sela pijat, korban menawarkan layanan jasa plus-plus kepada tersangka.

“Saat itu saya hanya (gituin) saja. Belum sempat bersetubuh. Dia (korban) minta uang tambahan. Saya akhirnya gak mau. Tapi korban ngeyel ikut marah,” tambahnya.

Berencana bakar mayat dalam kardus

Alhasil, korban dihabisi pelaku sekitar pukul 23.00 WIB setelah sempat terjadi cekcok. Empat luka tusukan pisau lipat tersangka bersarang di leher bawah telinga.

Setelah memastikan korban tak bernyawa, YF kemudian memasukkan jasad M ke dalam kardus bekas kulkas  dan berencana membakarnya.

Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo didampingi Kasat Reskrim, AKBP Sudamiran, Wakasat Reskrim,Kompol Ardian Satrio Utomo dan Kanit Jatanras, Iptu Agung Kurnia Putra mengatakan tersangka sempat membakar korban menggunakan sebuah kompor portable.

“Rencananya akan dibakar sampai berabu. Namun karena takut apinya membakar rumah, tersangka kemudian mematikan kompor portable yang digunakan membakar korban.

Jadi kaki kanannya yang terkena luka bakar,” kata Hartoyo, Rabu (17/6).

Melarikan diri ke Ngoro

Setelah peristiwa tersebut, tersangka kemudian melarikan diri ke rumah bibinya di Ngoro Mojokerto. Sebelumnya,tersangka menelpon ibu korban dan menceritakan peristiwa tersebut.

Hasil pemeriksaan saksi-saksi, tersangka dikenal sebagai seorang anak yang tempramental.

YF diakui kerap melawan orang tuanya dan tak bisa diatur. YF  juga tak sungkan mengakui uang yang digunakan membayar jasa korban merupakan uang SPP kuliah yang tak dibayarkan. Pelaku sudah menghabiskan uang biaya kuliah sebesar Rp 900 ribu untuk menggunakan jasa terapis pijat tersebut. Namun pengakuannya kesal karena belum ada plusnya namun minta tamabahn Rp. 300 ribu. (hen)