Kriminal

Modus Baru Uang Palsu, Lepas Sensor ATM

Uang Pecahan Rp. 100.000

Banten- Dairi Pers : Peredaran uang palsu berhasil digagalkan polres serang dan tasik malaya Modus yang dilakukan oleh sindikat ini pun terbilang baru, pasalnya mereka menempelkan uang palsu ke uang asli. Uang asli terlebih dahulu dibelah lalu di salah satu sisinya ditempelkan uang palsu.

“Uang asli dipotong, kemudian disatukan dengan uang palsu. Jadi uang itu setengah asli dan setengah palsu. Jika dimasukkan ke mesin ATM dengan posisi tertentu, masih bisa terbaca oleh mesin ATM,” kata Kasatreskrim Polres Serang, AKP Arif Nazauddin

Terbongkarnya pengedaran uang palsu dengan modus baru ini diceritakan oleh Arif saat salah seorang warga Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten, yang curiga dengan uang Rp100 ribu miliknya, kemudian melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian.

Polisi lalu bergerak cepat menyelidiki hal tersebut. Walhasil polisi berhasil menangkap pelaku pertama, yakni DN (25) di Kampung Sentul, Desa Sentul, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, pada 11 Mei 2020. 

“Dia lalu kita interogasi dan lakukan pengembangan,” terang Arif. 

DN pun menyebutkan bahwa ia beraksi bersama lima orang rekannya, polisi lalu bergerak cepat dan berhasil mengamankan mereka. Mereka adalah SK (30), EH (52), HR alias Udin (22), KI alias Sobled (35) dan SI (38). 

“Ada dua pelaku lainnya, yakni US dan BK statusnya masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Satreskrim Polres Serang,” sebut Arif. 

Dari keenam orang pelaku, polisi berhasil menyita barang bukti berupa 24 lembar pecahan Rp50 ribu dan 211 lembar uang Rp100 ribu yang siap diedarkan. Arif menyebutkan bahwa proses pencetakan uang palsu jenis baru ini dilakukan di rumah SI (38).

Sementara itu Kepolisian Resor Tasikmalaya mengamankan sebanyak 29.600 lembar uang palsu pecahan Rp100.000 atau sekira Rp2,9 miliar uang palsu, saat pemeriksaan Operasi Ketupat Lodaya di Pos Perbatasan Cikunir, Singaparna, Tasikmalaya, Senin, 11 Mei 2020. Polisi mengamankan empat orang pelaku.

Polisi yang semula ingin melakukan pemeriksaan terkait PSBB di Tasikmalaya, mencurigai kendaraan yang dikendarai empat pelaku hendak masuk ke wilayah Singaparna. Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi menemukan tas berisi uang palsu di dalam mobil minibus yang dikendarai pelaku. 

“Ada tas isinya uang palsu senilai Rp2,9 miliar, fisiknya menyerupai uang asli,” kata Kapolres Tasikmalaya AKBP Hendria Lesmana Kamis, 14 Mei 2020.

Dari penuturuan pelaku, mereka berasal dari wilayah Banten, sempat singgah di beberapa tempat sampai akhirnya diamankan di Tasikmalaya. Mereka mengaku hanya sebagai kurir untuk membawa uang palsu itu ke paranormal di Tasikmalaya agar disempurnakan menjadi uang asli. 

Polisi masih mendalami kemungkinan uang palsu itu diproduksi sendiri atau ada pihak lain. Motif pelaku yang ingin membawa uang palsu tersebut ke paranormal di Tasikmalaya juga turut didalami, atau hanya modus pelaku untuk menyebarkan uang palsu tersebut di wilayah Tasikmalaya. “Bisa jadi, ini sedang kita dalami,” ungkapnya. (Hen)