Kriminal

Minta Jenazah Istri Langsung Dikremasi, Suami Jadi Terduga Pembunuhan

Korban S (40) yang ditemukan tewas di kamar mandi

Malang- Dairi Pers : Seorang suami S di Jalan Emprit Mas No 10, RT 04 RW 10, Kecamatan Sukun, Kota Malang jadi terduga pelaku  pembunuhan  atas kematian istrinya R (40). Anak korban B melaporkan dugaan pembunuhan itu ke polisi karena snag ayah minta jenazah sang ibu yang tewas di kamar mandi langsung saja dikremasi.

Dikutip dari Surya R ditemukan tewas didalam kamar mandi di rumahnya. Sementara suaminya nongkrong di rumah tetangga. Anak korban B melaporkan kejadian itu ke polisi dan menuding sang ayah adalah terduga pelaku. B disebut meminta dilakukan otopsi karena sebelumnya jenazah korban R akan langsung dikreamasi .

Penanganan evakuasi jenazah korban yang diduga tidak dilaporkan polisi dan akan langsung dikremasi itu makin membuat dugaan pembunuhan menguat. Kasus ini bermula dari penemuan mayat korban R (40) di rumahnya oleh anaknya sendiri, B pada Sabtu (18/9/2021) dini hari.

Salah seorang warga sekitar, Dedy (39) mengisahkan mayat R ditemukan oleh anaknya B saat sang suami, S tengah nongkrong bersama tetangganya. “Jadi, Sabtu (18/9/2021) malam (dini hari) sekitar pukul 00.30 WIB itu, S ini datang ke sini dari rumahnya. Setelah itu, ngobrol dan nongkrong sebentar sama saya,” jelasnya.

Saat nongkrong itulah, S yang kemudian jadi terduga pelaku itu mendapat kabar bahwa istrinya meninggal dunia di dalam rumah. “Kata S, istrinya yang berinisial R meninggal di dalam kamar mandi. Padahal setahu saya, istrinya itu tidak memiliki sakit apapun,” kata Dedy. 

Dedy juga mengungkapkan, bahwa jenazah R ditemukan pertama kali oleh anak laki-laki dari pasangan tersebut. “Dan jenazah itu, langsung dibawa ke Yayasan Gotong Royong untuk disemayamkan,” tambahnya.

Dedy (39) mengatakan pasangan R dan S diketahui terlibat cekcok sebelum kejadian penemuan mayat R.  “Cekcoknya terjadi sekitar pukul 21.00 WIB (Jumat malam), lalu jenazah istrinya ditemukan  Sabtu (18/9/2021) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Itu pun tahunya saya dari warga lain,” ujar Dedy, Selasa (21/9/2021).

Yanuar (35), penjaga keamanan setempat memaparkan Pasutri itu tinggal di rumah bersama anak laki-lakinya yang berinisial B. Pihak kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian untuk mengumpulkan barang bukti dan melakukan olah TKP.

“Kalau tidak salah, mulai Minggu (19/9/2021) hingga Senin (20/9/2021).  Polisi datang ke sini semua, dari Polresta Malang Kota dan dari Polda Jatim,” bebernya.

Dirinya juga mengaku, tidak mengerti dengan jelas penyebab kematian R. “Kalau itu kurang tahu, tapi kabar-kabarnya bagian belakang kepalanya sobek dan mengalami luka parah di bagian kepala,” tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo membenarkan adanya kejadian tersebut. (Hen)