Peristiwa

Menjemput Janji Yang Tertinggal di Pulau Dewata (Bagian II)

Puteraku Zein di Oantai Kuta

Dengan argo Rp. 150 ribu  taksi jenis avanza menyusuri kota Denpasar Bali hingga berbelok menuju pantai yang menjadi incaran  wisman. Desa kuta di Bali menjadi destinasi utama terdekat dari bandara ngurah Rai. Disinilah aroma pertama harumnya wisata Bali yang ke sohor di penjuru dunia itu.

Jalan tidak terlalu macet kala itu karena menurut Pak Made sopir taksi bandara yang kutumpangi awal desember merupakan musim paceklik untuk Bali karena relatif sepi. Namun pertengahan desember hingga pertengahan Januari merupakan musim panen besar untuk masyarakat Bali. Musim liburan akhir tahun hingga menyambut tahun baru dikatakan penghasilan mereka bisa mengalahkan 11 bulan setiap tahunnya.

Minggu akhir penghujung tahun hingga awal tahun baru bahkan untuk pejalan kaki saja jalan raya tidak cukup. Jumlah populasi manusia di pulau kecil itu bahkan hingga 10 kali lipat dibanding bulan bulan sebelumnya.

Kembali menyusuri jalan raya menuju Kuta di malam hari tidak heran dengan terangnya jalan oleh lampu yang berjejer. Belum lagi suasana hotel yang berjejer sepanjang jalan. Bagi wisatawan manca negara jalan kaki menyusuri trotoar sepanjang jalan raya pantai Kuta hingga legian menjadi agenda wajib. Entah apa yang mereka cari hingga berseliweran entah kemana.

Hampir tidak terlihat wajah pribumi. Yang ada wajah wajah asing dari negeri timur jauh eropah dan australia.  Warga berkulit putih seperti China, korea ,Taiwan hingga Filipina . Dari wajah benua eropah dengan postur tinggi dengan  hidung mancung membuat suasana pantai kuta bak sebuah kebhinnekaan dunia.

Lelah perjalanan ribuan kilomter hari itu kututup bersama puteraku dengan menyantap seafood di jalan raya pantai Kuta.  Disini semua  kuliner disajikan mulai selera nasional hingga manca negara. Mulai dari cah kangkung hingga bistik amrik bisa dipesan. Namun hati hati bagi yang berkantong pas pasan mendingan  lebih teliti. Makanan termurah itu Rp. 45.000 belum termasuk minuman. Untuk air mineral kemasan saja harus merogoh kocek Rp. 15.000.

Untuk hotel tidak usah khawatir Kuta Bali menyediakan semua jenis kamar dengan harga yang bisa disesuaikan dengan kantong.  Tarif kamar hotel per malam terbilang mulai dari Rp. 250 ribu hingga  Rp. 15 Juta permalam ada disana. Hari pertama itu kami tutup dengan mengucap syukur sembari menutup mata di ranjang double di Hotel Kutabex persis samping pantai kuta.

Masih dipagi sekitar jam 08.00 WITA kaki kami telah menginjak pasir pantai kuta. Hamparan putih pasir nan bersih menyambut dua pasang kaki anak Dairi. Sinar mentari begitu cerahnya menyapa sedang awan putih berarak berkejaran seakan mengucap wellcome to Kuta. Hembusan angin ombak menusuk kaos oblong tipis yang kukenakan.

Untuk pertama kali Puteraku  langsung membuka baju dan masuk ke jauh menantang ombak yang silih berganti di Pagi itu. Entah apa yang ada dipikirannya hingga kuperhatikan merenung  jauh dan perlahan air matanya  menetes.  Ada janji yang tertinggal, ada nazar yang terbayar dipagi cerah di negeri seribu pura tersebut.

Kisah putera bungsuku mungkin banyak yang tahu. Bagaimana Tuhan telah menitipkan seorang anak yang istimewa menjadi tanggung jawabku. Dua tahun silam saat penyakit yang di deritanya pertama kali diobati Zein Abdillah selalu berkata Bali. Hingga kala itu sebagai ayah yang hidupnya pas pasan kuniatkan dalam hati kelak Tuhan memberikanmu kesehatan maka kujanjikan kakimu yang kurus itu akan tiba di Bali. Hari itu juga air mataku menetes disaksikan deburan ombak yang lumayan besar bersahutan memukul pantai. Nazar itu kubayar tunai, janji itu kujemput.

Teriring doa kala itu segala penyakit yang ideritanya tinggal terbawa deru ombak. Betapa kulihat riang dan gembiranya anak bungsuku bermain bersama ombak pantai Kuta. Betapa alam pantai sangat bersahabat dengannya hingga jauh berjalan ke tengah laut. Sepinya wisman pada pagi itu membuatnya serasa penguasa di ratusan meter pasir putih.

Pantai Kuta menjadi pantai tempat berjemur untuk wisatawan. Hampir semua sisi pantai menjadi spot menarik untuk berswafoto dan mengabadikan keindahan ciptaan Tuhan tersebut. Menikmati indahnya matahari mulai dari sunrise hingga sunset menjadi pengalaman romantis yang tidak terlupakan sepanjang hayat.

Kuta menjadi sexy dengan banyaknya turis asing dengan segala model dan bentuknya. Menikmati ombak bali dengan pasir putihnya mengenakan penutup seadanya menjadi pemandangan  sensasional bagi orang yang pertama kali berlibur di pulau dewata.

Tidak usah khwatir karena mereka juga tidak keberatan ketika diajak berfoto. Bagi yang lancar berbahasa inggris ini tempatnya paling tepat untuk berkenalan hingga menjadi sahabat antar benua.

Kuperhatikan puteraku menghabiskan harinya bergaul dengan para Turis yang ramah.  Mungkin karena aku tidak mengerti bahasa inggris maka kuanggap bebasnya anakku bercerita dan berswa foto dengan mereka kuanggap anakku fasih dan bisa berkomunikasi dengan mereka.

Ada rasa bahagia sekaligus haru  menyaksikannya menikmati alam tanah dewa dewi itu. Kadang teringat betapa lelahnya dua tahun bersama harus bolak balik Medan- Dairi untuk pengobatannya. Hari ini rasanya terbayar semua lelah itu kala lihat senyumnya sumringah . Hingga tidak terasa air mata haru itu menetes (Bersambung)