Lokal

Medio Agustus, Galau Landa ASN Dairi

Eddy-Jimmy saat ikuti BGRM

Sidikalang-Dairi Pers : Lebih kurang dua bulan ke depan persisnya oktober 2019 aturan memberikan kesempatan pemerintahan Eddy- Jimmy melakukan pergantian “kabinet”nya. Memasuki medio Agustus 2019 cukup terlihat galau melanda sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkungan pemkab Dairi. Kelompok kelompok juga terbentuk. Galau bukan hanya melanda sejumlah ASN yang diduga terlibat dalam pilkada silam namun terindikasi mendukung calon yang kalah. Justru galau dan gelisah juga terlihat disejumlah ASN yang merasa sudah pasti akan dipromosikan dalam pemerintahan Eddy- Jimmy.

Pantauan Dairi Pers kelompok kelompok ASN jelas terlihat. Sejumlah ASN yang diduga terlibat mendukung  calon yang kalah dalam pilkada silam terlihat lebih pasrah dan menutup diri.  Dengan bertamengkan “loyalitas” mereka berharap dengan alasan itu kepala daerah yang baru akan tetap menggunakan mereka dalan jabatan.

Namun justru fenomena lucu terlihat sejumlah oknum ASN mencoba mengaburkan masa lalunya dengan mencari cara untuk mendekati pemimpin baru Dairi. Ada juga yang terlihat melakukan pendekatan dengan para mantan mantan Tim sukses Eddy- Jimmy. Ada yang melakukan pendekatan melalui keluarga dan marga. Dan ada juga melakukan pendekatan dengan orang yang sering terlihat dekat dengan pemerintahan yang baru.

Sementara sejumlah ASN yang diduga kuat terlibat dalam dukungan ke calon yang kalah semakin sering mengucapkan kalau jabatannya hanya menunggu bulan oktober saja. Sikap pasrah tapi tidak rela sangat terlihat dari mereka yang foto foto atau vidionya  terciduk ikut berkampanye dan terlibat politik praktis pada pilkada silam.

Meski demikian beberapa diantaranya juga merasa dengan alasan loyalitas tetap berharap akan diberikan jabatan di pemerintahan Eddy- Jimmy. Loyalitas menjadi senjatanya yang bermakna kalau pemerintahan Eddy Jimmy  juga akan membutuhkan mereka loyal kelak.

Ternyata galau tidak hanya terlihat dari sejumlah ASN yang diduga terlibat mendukung yang kalah dalam pilkada silam. Justru gelisah juga melanda oknum ASN yang merasa netral bahkan merasa berjasa memilih yang menang. Oknum demikian terlihat membentuk kelompok kelompok kecil dan membahas kavling jabatan yang diincarnya. Kelompok ini terlihat bukan satu atau dua saja namun justru terlihat banyak kelompok. Jika dijumlahkan maka semua jabatan sudah habis dibagi bahkan banyak yang tidak kebagian jabatan.

Mereka terlihat berkelompok seakan merasa sudah pada titik aman dan dekat dengan pemimpin Dairi yang baru. Beberapa diantaranya pernah terbuang masa pemerintahan yang lama.

Batas Oktober

Sebagaimana Pemerintahan Eddy- Jimmy dilantik april 2019.  Aturan mutasi harus setelah enam bulan membuat pemerintahan Eddy- Jimmy masih menggunakan “kabinet warisan” jhonny Sitohang. Kabinet warisan yang beberapa personilnya bahkan sudah menjabat eselon selama sepuluh tahun itu justru terlihat sangat sulit mengikuti irama pemerintahan Eddy- Jimmy. Setidaknya hal itu diakui Bupati Dairi DR Eddy Keleng Ate Berutu dalam apel senin pekan silam dihalaman kantor Bupati.

Bupati menegaskan akan mengevaluasi OPD yang tidak mencapai komitment kerjanya sekaitan program 100 hari. Oktober merupakan batas aturan 6 bulan bagi kepala daerah yang baru dapat melakukan pembenahan kabinetnya atau bahkan menggantinya. (Hen)