Kriminal

Mayat Wanita Cantik Tergulung Tikar Dikebun Tebu

Wanita Cantik Yang Mayatnya Ditemukan Membusuk

Malang- Dairi Pers : Warga Desa Kedung Pedaringan Kecamatan Kepanjen digemparkan dengan kabar ditemukannya sosok mayat dalam kondisi tertutup tikar pada Jumat (23/4/2021) sekitar pukul 08.00 pagi. Belakangan jasad tersebut diketahui Dewi Lestari yang ditemukan tewas telah 3 hari.

Saat ditemukan warga, kondisi jasad yang diduga wanita bernama Dewi Lestari berusia 25 tahun itu sudah dalam keadaan membusuk. Sosoknya merupakan warga dari Dusun Boro Utara, Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Dugaan lain, tewasnya wanita muda itu ada hubungannya dengan rumah yang ada tepat tempat kejadian perkara. Sebab, tubuh wanita muda tertutup tikar yang berasal dari rumah tersebut. Sekaligus terdapat kasur di rumah tersebut yang bau mayat.

Berdasarkan keterangan dari beberapa saksi, jenazah itu pertama kali ditemukan oleh warga setempat. Namun, sejumlah warga mengatakan bahwa korban bukan warga daerah di situ.

Dari keterangan unggahan akun Facebook Srikandi Ashwin, disebutkan bahwa korban merupakan warga kelahiran Malang dan sudah berstatus kawin atau menikah. Meski begitu, belum diketahui kenapa sosoknya tewas dalam kondisi tersebut.

Ditemukan

Sebelumnya sesosok mayat wanita ditemukan terbungkus tikar di area kebun tebu di Desa Kedung Pedaringan Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang, Jumat (23/4/2021) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

Menurut seorang saksi mata bernama Slamet Riadi (56) awalnya iya mendapat informasi dari seorang bernama Subakir yang mengatakan ada orang tertidur di kebun tebu.Namun setelah diselidiki , ternyata itu adalah mayat wanita yang dibungkus dengan tikar.

Polisi menduga tewasnya wanita tersebut ada kaitannya dengan rumah yang ada di dekat mayat wanita itu ditemukan. Sebab ketika ditemukan, tubuh korban ditutupi oleh tikar yang diduga kuat berasal dari rumah tersebut.

Rumah tersebut merupakan milik seorang warga bernama Sahrul. Berdasarkan informasi yang dihimpun, rumah tersebut juga sering dijadikan sebagai tempat berkumpul teman-teman Sahrul.

Sejumlah Petunjuk

Sejumlah petunjuk di balik penemuan mayat wanita terbungkus karpet di Desa Kedungpedaringan, Kepanjen, Kabupaten Malang, mulai terkuak.

Polisi menduga pelaku pembunuhan mayat wanita tanpa identitas itu diperkirakan lebih dari 1 orang. Di tempat kejadian perkara ditemukan sebuah tali yang mengikat kaki korban.

“Itu yang memperkuat bahwa korban ini dibunuh. Ataupun ada tindak kejahatan yang dilakukan tersangka kepada si korban. Lalu tidak mungkin korban ini hanya diangkat oleh 1 orang,” terang Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar Jumat (23/4/2021).

Hendri juga memperkirakan kematian korban sudah lebih dari 48 jam.

“Kondisi mayatnya sudah tidak bagus. Juga ditemukan bekas kelupasan rambut diduga milik korban. Dugaannya saat mayat korban ditaruh, itu tersangkut pohon atau ranting di lokasi kejadian,” ucap Kapolres

Petunjuk selanjutnya berupa informasi yang menerangkan jika korban sempat menjadi korban tabrak lari di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen. Kejadian tersebut dikabarkan terjadi sekitar tiga hari sebelum korban ditemukan meninggal.

“Korban diamankan oleh salah satu temannya di rumah yang tidak jauh dari TKP (tempat kejadian perkara),” ungkap Hendri.

Ditanya mengenai keterkaitan SR (27) dengan kematian korban, Hendri menyatakan Satreskrim Polres Malang tengah mendalaminya.

SR merupakan seorang pria yang tinggal di sekitar TKP penemuan mayat tepatnya di Desa Kedungpedaringan.

SR diamankan polisi karena memiliki keterkaitan dengan kepimilikan karpet yang membungkus tersangka.

“Sedang kami dalami. Sekarang sudah ada tiga orang yang diperiksa, termasuk SR,” tutup Hendri.

Di sisi lain terkait identitas korban, polisi mencoba mencari tahu lewat alat Mobile Automated Multi Biometric Identification System atau Mambis.

Kemudian ditemukan sebuah petunjuk yang mengarah pada identitas korban.

Petunjuk yang ditemukan lewat identifikasi sidik jari maupun retina mata korban.

Mambis dapat  terintegrasi dengan sistem database E-KTP.

Alhasil, ditemukan data korban merupakan wanita yang berdomisili di Dusun, Boro, Desa Curung Rejo, Kepanjen, berinisial DL.

“Awalnya identitas korban kami tidak tahu. Namun kami menggunakan alat yang namanya Mambis. Sekarang kami sedang dalami” Jelasnya (Hen)