Peristiwa

Lawan Arah, Meninggal Tabrakan di Sidikalang

Kasat Lantas Polres Dairi AKP Hasan menunjukkan lokasi terjadinya Laka Lantas tadi Malam
Kasat Lantas Polres Dairi AKP Hasan menunjukkan lokasi terjadinya Laka Lantas tadi Malam

Sidikalang- Dairi Pers : Lasroido Limbong (21) warga  kelurahan Batang beruh, Kecamatan Sidikalang, Dairi  meninggal dunia setelah  bertabrakan dengan pengendara sepeda motor di ruas jalan Sisingamangaraja Sidikalang senin (8/7)   sekira pukul 22.00 WIB  tadi malam.  Pengendara sepeda motor lainnya mengalami luka berat dan kini masih di rawat di RSU Dairi.

Kapolres Dairi AKBP Erwin Wijaya Siahaan  melalui kasat Lantas Polres Dairi AKP Hasan menjelaskan kronologi kejadian  Satu Unit Sepeda motor Honda Supra X 125 No. Pol BB 6807– YB yang dikemudikan oleh Adrerey (20)  warga Asrama Militer Sidikalang, berboncengan dengan Tito Emaston Sinaga (16)  juga warga Asrama Militer datang dari arah Simpang Empat  namun melawan arah hendak memasuki jalur kiri persis depan Kantor PM (Polisi Militer) Sidikalang.

Dari arah simpang salak muncul  Sepeda  Motor Yamaha Vega R Tanpa  nomor polisi yang dikemudikan Lasroido Limbong (21)  warga  Jl. Pelita No. 03, Kel. Batang Beruh, Kec. Sidikalang, Kab. Dairi.

Saat sepeda motor yang dikemudikan Adrerey mengambil jalur ke kiri persis di depan kantor PM datang dari arah berlawanan sepeda motor korban. Selanjutnya tabrakan tidak dapat dielakkan. Dua sepeda motor berbenturan keras , tiga orang terkapar di tengah jalan.

Selanjutnya warga memberikan pertolongan dan para korban dilarikan ke RSUD Sidikalang. Lasroido Limbong dinyatakan  meninggal dunia sedang Adrerey serta Emaston Sinaga menderita luka berat. Kedua masih dirawat di RSU Sidikalang  dengan luka  menganga pada kaki dan bagian kepala.

Korban meninggal dunia, Lasroido langsung pada malam itu dijemput pihak keluarga. Kasat Lantas menyebutkan telah melakukan olah TKP sedang kendaraan yang terlibat dalam laka lantas tersebut telah diamankan ke Polres Dairi guna penyelidikan lebih lanjut.

Data yang dikumpulkan Dairi Pers.com dari sejumlah warga di TKP menyebutkan kalau malam itu terdengar suara cukup keras yang membuat mereka berhambutan melihat kejadian. Perempatan jalan persis depan kantor PM tersebut dikatakan kurang penerangan sehingga sulit bagi pengendara melihat kendaraan yang ada di depannya. Terlebih kendaraan yang melawan arus akan sulit dilihat. Pada malam hari biasanya jalan tersebut sepi sehingga kebanyakan kendaran bergerak dengan kecepatan tinggi.

Disebutkan kondisi sepeda motor rusak berat sedang darah berceceran di lokasi laka lantas. Namun tabrakan tersebut tidak sampai membuat  arus lalu lintras macet. (Hen)