Kriminal

Kenalan di FB, Seorang Nenek Asal Medan Diperas Rp. 150 Juta

Tersangka pemerasan nenek nenek

Mataram- Dairi Pers : Tidak satu lagi kasus pemerasan akibat media social terjadi. Kali ini seoarang nenek berusia 56 tahun warga Medan diperas sang Pria di Mataram bermodalkan video call mereka adengan syur. Tidak tanggung tanggung pria tersebut minta Rp. 150 juta jika tidak vidionya disebar.

Namun aksi pria tersebut gagal saat Satreskrim Polresta Mataram menangkap pelaku pemerasan tersbut . Pelaku laki-laki berinisial FA warga Kota Surabaya yang berdomisili di Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela Kota Mataram.

FA memeras seorang perempuan berinisial NB (56 tahun) asal Medan Sumatera Utara. “Korban mengaku diperas hingga Rp 150 juta,’’ ungkap Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa, Senin (2/11)

Kasus ini berawal ketika sekitar Bulan Oktober 2019 pelaku dan korban berkenalan di Facebook. Keduanya terus berkomunikasi dan menjadi semakin dekat. Kedekatan itu berlanjut dikehidupan nyata. Di Bulan November 2019, korban datang ke Mataram dan meminta pelaku menemani jalan-jalan. Saat menginap dihotel, pelaku sempat mengajak korban untuk berhubungan badan, namun ajakan tersebut ditolak korban.

Saat korban di kamar mandi, pelaku merekam aktivitas korban di kamar mandi. Pelaku rupanya juga merekam kemesraan mereka saat video call. “Dua rekaman itu dijadikan senjata untuk memeras korban. Video itu akan disebar jika korban tidak memberikan sejumlah uang. Di situ unsur pemerasan dengan ancamannya terpenuhi. Jika tidak diberikan sejumlah uang. Video akan disebar,’’ beber Kasat Reskrim.

Takut dan khawatir videonya tersebar, korban menuruti permintaan pelaku dengan mentransfer sejumlah uang. Namun bukannya menghentikan aksinya pelaku malah mengancam lagi jika korban tidak mentransfer uang.

“Terus berulang pemerasan dengan pengancamannya. Korban sudah beberapa kali memberikan uang. Total uang yang sudah diberikan korban itu Rp 150 juta,’’ lanjutnya.

Korban tersadar dan tidak bisa membiarkan pemerasan. Tidak ingin kehilangan lebih banyak uang, korban lalu melapor ke Polresta Mataram. Laporan diterima dan ditindaklanjuti petugas. Karena unsur pemerasan dan pengancamannya terpenuhi. Pelaku ditangkap dan digelandang ke ruang tahanan Polresta Mataram.

Polisi menyita barang bukti berupa 3 unit handphone, buku tabungan dan selembar kartu ATM. “FA sudah ditetapka sebagai tersangka dan kita proses lebih lanjut,’’ kata Kadek.  (Hen)