Hukum

Kasat Reskrim : Baru Satu Pengadu Diperiksa

Kasat Reskrim Polres Dairi AKP A. Butar Butar
Kasat Reskrim Polres Dairi AKP A. Butar Butar

Sidikalang – Dairi Pers : Aksi saling mengadu yang tengah terjadi di Polres Dairi sekaitan dengan penganiayaan di Sitinjo, Kab Dairi Sabtu (17/3). Kapolres Dairi AKBP Januario  Jose Morais melalui Kasat Reskrim Polres Dairi  AKP Agus M. Butar butar melalui sambungan telepon  Minggu (18/3) sekitar pukul 14.00 WIB menyebutkan  baru memeriksa pengaduan Situmorang bersama dua saksi. Visum juga sudah diterima . Situmorang mengadukan penganiayaan yang dialami di kompleks TWI Sitinjo.

Berkaitan dengan peristiwa Timko Kudadiri sama sekali belum diperiksa. Karena belum ada pengaduan  akan hal itu. Kasat menyebutkan semua  pengaduan yang masuk ke Polres Dairi akan diproses  sesuai hukum yang berlaku. Berkaitan dengan masalah  Sitinjo disebutkan polisi melakukan pekerjaan secara profesional dan telah ada aturan hukum berkaitan dengan pengaduan dan tindakan hukum.

Sementara itu Kapolres Dairi  AKBP Januario Jose Morais yang diminta Dairi Pers keterangannya dalam hal saling mengadu  peristiwa Sitinjo itu melalui sambungan telepon menyebutkan belum mengetahui secara detail yang terjadi karena pihaknya tengah menuju ke Jambi tempat dimana ditugaskan. Kapolres menyebutkan  masih meminta keterangan Kasat Reskrim perihal kejadian tersebut.

Mengadu

Sementara itu Timko Kudadiri (32) warga Sitinjo melanjutkan pengaduannya di Polres Dairi Minggu (18/3) sekitar pukul 11.00 WIB . Didampingi  kuasa hukumnya, Timko diperiksa di ruang sentra Pengaduan.  Meski sudah dapat berkomunikasi dengan baik namun  korban masih harus digendong karena masih merasakan sakit pada bagian kakinya.

Timko Kudadiri digendong saat melanjutkan pengaduan di polres Dairi Minggu (18/3)   pukul 11.00 WIB
Timko Kudadiri digendong saat melanjutkan pengaduan di polres Dairi Minggu (18/3) pukul 11.00 WIB

Sebagaimana diketahui peristiwa Timko Kudadiri terjadi sabtu (17/3 dini hari  diduga berkaitan dengan Politik. Timko yang dipaksa membuat jari simbol salah satu cabup yang  tidak didukungnya menolak yang berujung penganiayaan.

Timko selanjutnya melaporkan hal itu kepada keluarganya. Oleh abang korban mencari  tiga orang yang disebutkan Timko dan bertemu di kawasan Taman Wisata Iman Sitinjo.  Salah satu korban Situmorang telah membuat pengaduan di Polres atas pemukulan yang dilakukan abang korban Timko. (R.07)