Lokal

Kades Pasir Mbelang Edukasi Warga Budidaya Bawang Merah

Ernita Br Ginting bersama Panen tanaman bawang

Sidikalang- Dairi  Pers : Kepala desa Pasir Mbelang kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi Ernita Br Ginting  melakukan budidaya bawang merah di lahan pertaniannya.  Aksi ini juga diikuti  beberapa warga desa untuk mencoba tanaman tersebut dilahannya. Ternyata di daerah ini bawang merah tumbuh subur dan memberikan peluang ekonomi yang cukup menjanjikan.

Liputan S. Ginting wartawan Dairi Pers tanah pinem di desa Pasir Mbelang Rabu (6/1/2021) kepala desa Ernita Br Ginting  menguraikan disela tupoksinya sebagai pelayan warga desa juga menyempatkan diri budidaya tanaman bawang merah. “ Kita ingin menunjukkan kepada warga desa disamping kemiri dan jagung ternyata bawang merah juga tumbuh subur dan menjanjikan nilai ekonomi yang tinggi. Maka beberapa warga juga ikut mencoba” sebutnya

Dikatakan untuk musim tanam ini Ernita Br Ginting membeli bibit bawang merah seharga Rp. 65.000/ Kg dan membeli 80 Kg untuk bibit yang disebar dilahan pertaniannya. “ Biasanya bisa menghasilan Rp. 1,6 Ton. Namun panen kali ini paling 1 Ton mungkin akibat curah hujan terlalu tinggi sehingga sebahagian pohon bawang rusak dan busuk” sebutnya.

Bukan itu saja Ernita mengakui harga jual bawang merah juga jatuh hingga Rp. 15.000 per Kg. “Dengan harga jual demikian memang tergolong impas dan hanya balik modal saja. Namun namanya budidaya pertanian kembai kepada mekanisme pasar. Terkadang jika nasib berpihak bisa hingga melonjak 40 ribu per Kg.  Memang  berspekulasi di dunia bertani harus berani“ jelasnya.

Pun demikian Ernita menyebutkan tanaman bawang merah di Tanah pinem ternyata tumbuh subur dan bisa memberikan pengalaman baru dan membuka khasanah berpikir baru kepada petani daerah ini bukan hanya kemiri atau jagung saja dapat diandalkan. Tanaman bawang merah  juga menjanjikan jika serius digeluti” sebutnya

Sementara itu dikatakan budidaya bawang merah tidak terlalu sulit hanya membutuhkan ketekunan, rajin  dan perhatian saja. Selebihnya kembali kepada harga pasar saat panen, sebut Ernita mengakhiri . (S. Ginting)