Peristiwa

Juli Pemprovsu Izinkan Sekolah Tatap Muka, Kab/Kota Disesuaikan

ilustrasi masuk sekolah

Medan- Dairi Pers : Menyikapi putusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek), Nadiem Makarim, atas  Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tetap akan digelar pada Juli 2021 mendatang. Pemprovsu akhirnya mengizinkan sekolah dibuka secara tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Keputusan ini merupakan hasil rapat koordinasi bersama Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Sumut bersama Pemko Medan, Pemko Binjai, dan Pemkab Deliserdang (Mebidang) serta sejumlah tokoh-tokoh pendidikan, psikolog anak, dan dokter anak terkait persiapan sekolah tatap muka di Aula Tengku Rizal Nurdin Rumah Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Jumat (11/6).

Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu), Musa Rajekshah, mengatakan keputusan ini diambil mengingat pandemi Covid-19 yang sudah hampir 1,5 tahun melanda Indonesia dan belum diketahui sampai kapan akan berakhir. Jika sekolah tidak segera dibuka, Wagubsu khawatir masa depan pendidikan anak di Sumut akan terganggu dengan sistem belajar daring.

Dikatakan keputusan tersebut akan mengikuti panduan pembelajaran sekolah tatap muka yang sudah disampaikan oleh pemerintah pusat. Akan tetapi, Pemprovsu akan melakukan penyesuaian untuk 33 kabupaten/kota di Sumut.

“Panduan dari pemerintah pusat sudah ada, mulai dari jam belajar, jumlah hari hingga yang lainnya. Tinggal dari kita sendiri di daerah memodifikasi cara dan sistem sekolah tatap muka,” ujar Musa.

Meski demikian, persyaratan di setiap daerah tersebut akan dibahas lagi dalam rapat koordinasi selanjutnya yang akan digelar dalam waktu dekat. Hal ini mengingat kondisi di 33 kabupaten/kota di Sumut berbeda-beda, sehingga harus ada penyesuaian persyaratan sekolah tatap muka dengan kondisi daerah.

“Persyaratan ini melihat kondisi daerah yang ada di tempat kita, khusus di Sumut seperti bilamana daerah zona merah tidak dimungkinkan untuk sekolah tatap muka. Bila kondisi menurut gugus tugas bisa dilaksanakan kembali, maka tatap muka dilaksanakan kembali. Kalaupun terjadi dalam pelaksanaan itu kondisi bahaya, mau tidak mau ditutup. Jadi tidak semata-mata harus terus buka,” jelasnya.  (Hen)