Lokal

“Jual “ TP4D Kajari Dairi, Begini Perkerasan Jalan Desa Adian Gupa Rp. 441 Juta

Perkerasan Jalan di Adian Gupa batu masih berserak

Sidikalang- Dairi Pers : Pembukaan dan perkerasan jalan di desa Adian Gupa kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi yang bersumber dari dana desa tahun 2019 hingga kamis (9/1) baru mendatangkan strom walls. Ironisnya proyek sebesar Rp. 441 juta itu dalam pampletnya mencatumkan “kegiatan ini dikawal oleh TP4D kejaksaan Negeri Dairi”. Bukan itu saja kegiatan fisik desa ini seperti pembangunan tembok penahan dan pembangunan parit beton justru babak belur.

Pantauan Dairi Pers kamis (9/1) pembukaan dan perkerasan jalan sebesar Rp. 441 juta masih dikerjakan hingga januari 2020. Seorang staf di kantor kepala desa Adian Gupa mengakui tengah menunggu alat berat strom wals untuk pemadatan batu. Sementara kondisi badan jalan yang katanya perkerasan itu sangat memprihatinkan dimana batu berserak dihamparkan belum digilas .

Sementara itu masih di desa yang sama pekerjaan pembangunan tembok penahan sebesar Rp. 37 juta justru terkena longsor dan pembuaatan paret semen Rp. 72 juta juga tertimbun tanah longsoran. Hampir semua kegiatan yang dibiayai Dana desa 2019 ini rusak dan “babak belur”.

Dairi Pers yang coba mengkonfirmasikan hal ini kepada kepala desa Adian Gupa Gindo Sianturi tidak berada di tempat. Staf kantor kepala desa Adian Gupa menyebut kepala desa tidak berada di tempat kemungkinan berada dilapangan. Jawaban staf tidak jelas hingga terkesan melantur terkesan menutupi keberadaan oknum kepala desa.

Sementara itu TPK pekerjaan Jetis Sinambela juga tidak berhasil dihubungi untuk mempertanyakan proyek Dana desa yang terkesan janggal ini di desa Adian gupa tersebut.

TP4D Dibubarkan

Sebagaimana diketahui TP4D Kejaksaan telah resmi dibubarkan 4 desember 2019.  TP4D kejaksaan oleh menkopolhukam Mahfud MD menyebut lebih banyak mudaratnya daripada faedahnya.

Sementara itu dilapangan diduga keberadaan TP4D Kejaksaan Negeri sering dijadikan tameng oleh Oknum kepala desa untuk menutupi berbagai pekerjaan yang aneh dan terindikasi korupsi tersebut. Pemasangan pamlet TP4D di papan proyek tidak juga menjadi jaminan pengerjaan proyek menjadi baik atau tepat waktu. Justru indikasi yang terjadi oknum kepala desa merasa “besar Kepala” merasa dilindungi sehingga bertindak “suka suka” dalam pengerjaan proyek. (Rait)