Kriminal

Jual Istri Via Medsos Rp. 400 Ribu, Suami Minta Fee 25 Persen

ilustrasi

Jabar- Dairi Pers: Dunia sudah tua hingga sekian banyak kisah kejahatan yang bahkan etika dan logika telah dilanggar. Seorang suami di Cianjur Jawa Barat menekuni protitusi dengan menjual istrinya kepada pria hidung belang Rp. 400 ribu untuk sekali main. Suami bahkan meminta jatah Fee sebesar 25 Persen setiap transaksi.

Polisi akhirnya menangkap pasangan suami istri dan pria hidung belang di salah satu kamar penginapan di Cianjur. Aparat kepolisian membongkar kasus pergadangan orang, yang dilakukan seorang pria berinisial EY (48), warga Samolo, Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. EY diamankan polisi sebab diduga melakukan tindak pidana perdagangan orang karena menjual istrinya sendiri kepada pria hidung belang.

“Saat dimintai keterangan, diketahui mereka pasangan suami istri dan tamu yang minta dilayani. Mereka berada di dalam kamar tersebut, setelah memesan melalui jejaring sosial. Setelah sepakat pasangan suami istri tersebut, mendatangi pemesanan dan suaminya ikut tinggal di dalam kamar penginapan,” katanya, Sabtu (18/7).

Berdasarkan keterangan pasangan suami istri yang sudah berusia lanjut itu, mereka sudah melakukan praktik prostitusi sejak lama dengan berbagai pelayanan yang diminta pemesan, bahkan keduanya tidak merasa risih ketika harus melakukan hubungan suami istri bertiga dengan tamunya.

“Tersangka mempromosikan korban atau istrinya melalui aplikasi media sosial MiChat. Jika ada yang berminat EY langsung berkomunikasi lewat aplikasi, setelah pelanggan setuju, istrinya langsung dibawa ke penginapan untuk melayani pemesan, baik secara normal atau bertiga sekaligus,” katanya.

Juang menjelaskan untuk tarif, tersangka EY mematok harga Rp400.000 untuk sekali kencan, namun dari tarif tersebut, tersangka EY meminta potongan keuntungan sebesar Rp100.000 dari satu kali transaksi pada istrinya. Untuk saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Cianjur.

Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Anton mengungkapkan saat penggerebekan pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa dua buah ponsel, uang senilai Rp1.000.000, dua buah kondom dan KTP tersangka.

Atas perbuatan yang dilakukan, pelaku diancam pasal berlapis tentang Pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dan atau pasal 296 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (Hen)