Lokal

Jalan Putus, Himpak Apresiasi Kinerja Pemkab Dairi

Raja Ardin Ujung

Sidikalang- Dairi Pers : Ketua Himpunan Pakpak (Himpak)  Dairi Raja Ardin Ujung menyampaikan apresiasi dan penghormatan terhadap kinerja Bupati Dairi melalui “kabinetnya” dalam menyikapi terjadinya longsor jalan nasional di desa Sitinjo II, Dairi pecan ini. “ Kita semua tahu itu jalan Nasional yang menjadi tanggung jawab Nasional. Namun pemkab Dairi melalui dinas PUPR dan  BPBD Dairi langsung respon dan mengambil langkah sehingga efek negative jalan putus itu dapat ditekan seminim mungkin.

Demikian Raja Ardin Ujung  kepada  Dairi Pers sabtu (9/1/2021) “ Apresiasi kepada Dr Eddy berutu dan personilnya yang langsung cepat tanggap dalam mengambil tindakan berupa pengalihan jalan alternative di dua lokasi yakni Huta Tikka dan Lae sirambon. Meski belum dapat dilalui mobil besar tentunya  pengalihan jalur atiternatif dapat memperlancar lalulintas angkutan untuk Sidikalang, Pakpak Bharat dan Aceh.

Dikatakan Ardin Ujung melihat kondisi separuh bahu jalan longsor sedang diseberangnya areal persawahan sudah berubah seperti  bendungan maka tindakan pengurangan debit air merupakan tindakan tepat . Karena kalau dibiarkan  bisa sewaktu waktu meledak dan dapat menimbulkan kerugian lebih besar bahkan mungkin korban nyawa.

“ Pasca pengurangan debit air yang sudah bagai bendungan yang akhirnya jalan putus adalah tindakan tepat. Tentunya juga pemkab Dairi sudah langsung mendata pemilik lahan baik itu kolam atau areal persawahan dibawahnya untuk dicarikan solusi agar merasa tidak dirugikan akibat bencana yang terjadi” sebutnya

Disebutkan Ardin Ujung tidak satupun orang inginkan terjadi bencana. Namun apa yang dilakukan bupati Dairi meski sebagai pemerintah daerah langsung merespon hingga beberapa kali turun ke lapangan untuk melihat dan mendapatkan langsung masukan dari warga.

“ Kita juga mengapresiasi kolaborasi Pemkab, TNI dan Polri khusunya polres Dairi yang langsung bekerjasama dalam mengamankan jalur yang putus, pengalihan kendaran melalui jalan alternative serta pendataan warga yang mungkin terdampak akibat longsornya bahu jalan” jelasnya.

Menurut Tokoh Masyarakat Dairi tersebut dengan langsung berkordinasi dengan pihak BPPJN sumut yang bertanggung jawab akan jalan nasional adalah langkah cepat yang hasilnya secepat ,mungkin jalan akan dinormalisasi kembali sehingga arus transportasi Sidikalang, Pakpak Bharat dan Aceh tidak terganggu lagi.

Menjawab tudingan bernada miring kan kinerja pemkab Dairi saat longsor terjadi dikatakan Raja Ardin adalah hal lumrah di era demokrasi. Namun demikian hasil akhirnya bagaimana  penilaian  warga secara mayoritas. Apapun yang dilontarkan penilaian akhirnya kembali kepada hasil. Jika banyak orang memperkirakan menormalkan kembali jalan putus tersebut sekitar 6 bulan. Namun jika lebih cepat selesai dan normal kembali tentunya semua tudingan miring akan terpatahkan

Menurut Raja Ardin dengan peristiwa yang terjadi yang langsung disikapi pemkab Dairi menjadi hal wajar untuk diapresiasi sebagi bentuk perhatian dan cepat tanggap. Suatu penilaian  positif meski bukan tanggung jawab daerah namun respon langsung atas peristiwa yang terjadi membuktikan perhatian kepada masyarakat dan kebutuhan rakyat, Jelasnya (hen)