Kriminal

Istri Lakoni ” Cinta Segi Empat” Berakhir Pembunuhan

Kombes Hendra Gunawan Beri keterangan pers latar belakang Para tersangka pembunuhan

Cikarang-Dairi Pers : Meski hasil sensus penduduk menyebutkan perbadingan pria dan wanita 1 berbanding  4. Namun wanita yang sudah berstatus istri asal cikarang Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat ini menjadi menarik. Pasalnya wanita inisial D itu meski telah bersuami menjallin cinta dengan dua pria yang sudah beristeri sekaligus.  “ Cinta segi empat “ itu berkahir tragis karena D sang istri itu mengotaki pembunuhan S seorang pria yang memeras D karena mengetahui kisah cinta wanita maniak itu.

D yang sudah bersuami terlibat cinta segiempat hingga berujung pembunuhan. D berselingkuh dengan dua pria berinisial N dan S yang juga telah memiliki istri. Cinta terlarang itu berakhir dengan pembunuhan yang dilakukan D dan N kepada S.

Di kutip dari Serambi Kasus ini berawal saat ditemukannya mayat seorang pria yang diketahui berinisial S di sebuah rumah toko di Desa Suka Sejati, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Korban yang ditemukan dalam keadaan bersimbah darah itu awalnya dikira menjadi sebagai korban begal. Akhirnya terungkap ternyata korban pembunuhan akibat kerumitan cinta segi empat.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Hendra Gunawan mengungkapkan tiga tersangka yang ditangkap yakni D, N, dan De. Ketiganya ditangkap setelah penyidik melakukan pendalaman dan pemeriksaan para saksi di lokasi kejadian.

“Setelah ditelusuri dan diamankan pelakunya, ternyata ini kasus dengan motif percintaan. “Sampai dilakukan penganiayaan berat hingga ke pembunuhan,” kata Hendra, pada Jumat (9/10).

Hendra menjelaskan tersangka D adalah wanita bersuami yang menjalin kasih dengan N dan S (korban). N dan korban S juga telah memiliki istri, keduanya telah menjalani hubungan cinta terlarang sudah satu tahun lebih.

”Untuk kejadian ini dilatarbelakangi ketidaksukaan tersangka D dan N ke korban S. Apalagi korban ini melakukan pemerasan mau mengadukan perselingkuhan D ke suaminya,” jelas Hendra.

Korban S mengkloning media sosial whatsap tersangka atas nama D sehingga percakapan antara D dan N dapat dilihat oleh S. Korban S mengancam bukti-bukti percapakan itu bakal dibocorkan kepada suami D dan meminta uang Rp 3,5 juta. “D terpaksa membayar tapi baru Rp 500.000 dia ketakutan dan melaporkan persoalannya itu ke kekekasih lainnya yakni N,” terang dia.

Kesal kekasih gelapnya diperas dan diancam, kemudian N membawa teman berinisial lT dan D membawa teman berinisial De. Keempat tersangka bertemu di Perumahan Grand Vista untuk merencanakan pembunuhan serta pembagian peran.

Untuk IT yang mengeksekusi korban S, kemudian tersangka D berperan menjemput korban S. De memberikan sejumlah uang kepada N untuk melarikan diri. “Dari situlah terjadi ke korban S, dengan dianiaya dengan senjata tajam jenis kapak,” jelas hendra.

korban S sempat melakukan perlawanan dengan menangkisnya sehingga mengenai pipi dengan menimbulkan luka sayat. ”Semakin tidak terkendali, tersangka D lakukan penusukan oleh D dan mengenai dada korban sehingga itu mengakibatkan kematian,” ungkapnya.

Saat kejadian, korban sempat berteriak hingga terdengar oleh warga sekitar tak jauh dari lokasi. Warga itu juga sempat melihat mobil yang melaju dengan cepat dari lokasi kejadian tersebut.

“Dari Informasi warga itu menjadi sumber informasi awal polisi sehingga bisa terungkap,” ungkap Hendra

Petugas meringkus N di Kabupaten Bandung Barat, sementara D dan De di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Hendra menambahkan tidak ada barang yang hilang milik korban. Adapun barang bukti yang diamankan ponsel, kunci mobil tersangka, motor korban. Kemudian pakaian tersangka yang dipakai saat melakukan pembunuhan. “Untuk alat pembunuhan berupa kapak dan pisau kecil masih dicari,” katanya.

Akibat perbuatanya, para tersangka pun dikenakan Pasal 338 KUHP subsider 340 KUHP dan 170 KUHP dengan ancaman hukuman mati.  (Hen)