Peristiwa

Ibunda Capt.Inf.(Anm) Erizal Zuhry Sidabutar : Hentikan Pertikaian, Cukup Saya Ibu Terakhir Menangis Kehilangan Anaknya di Papua

Ibunda (tengah) dipusara ananda capt Inf (Anm) Erizal

Sidikalang- Dairi Pers :  Begitu jauh jalan yang harus ditempuh jenazah Capt.Inf.(Anm)  Erizal Zuhry Sidabutar. Berangkat dari  Timika – Makasar – Jakarta – Medan Kualanamu dan sekitar 4 jam melalui darat untuk tiba dirumah tempat dimana dia dibesarkan Asrama Polisi Sidikalang kabupaten Dairi. Betapa hancur hati sang Ibunda Elisabet Cristina Siahaan . Ibu yang melahirkan dan membesarkan itu telah habis air mata. Sang kekasih yang rencananya juga akan menikah April tahun depan itu lemas menaburkan bunga di pusara calon suami tercinta.

Terlalu banyak air mata yang menetes , terlalu banyak hati yang terluka akibat pertikaian di Papua. “Siapapun ibu betapa hancur hatinya mengalami musibah seperti ini. Saudara saudaraku orang Papua yang mungkin sama kena tembak. Hentikan pertikaian kembalilah  bersatu. Betapa Indahnya hidup damai. Semoga  tidak ada lagi  ibu seperti saya yang harus menangis, sedih kehilangan anaknya di Papua” Demikian pesan Ibunda Capt.Inf.(Anm)  Erizal Zuhry Sidabutar pasca gugurnya anak tercinta dalam insiden kontak bersenjata di Papua.

Ibunda yang oleh warga Sidikalang menilainya sebagai ibu tangguh itu menceritakan momen momen berkesan sebelum anaknya gugur saat menjaga keamanan di negeri paling timur Indonesia itu. Ibunda Elisabet Cristina Siahaan menceritakan suatu saat alm Erizal meminta ibunya untuk tidak terlalu lelah bekerja. “ Saya pernah sakit hingga digendongnnya ke rumah sakit. Dia anak nomor dua di keluarga namun dia pemimpin meski bersifat tegas namun erizal paling lembut” Sebut Ibunda dengan suara terbata bata.

Ibunda yang memiliki 3 putera alumnus akademi militer itu menceritakan Pesan almarhum anaknya  “mamak harus ikhlas jika  suatu saat pulang tinggal nama itu tuntutan tugas. Lebih  baik pulang nama daripada gagal dalam tugas.” Sebut Ibunda almarhum.

Ibu yang berlinang air mata itu menceritakan bagaimana rencana Anaknya yang bertugas sebagai Kopasus di Papua itu telah berniat akan melangsungkan pernikahan pada 11 April 2020. “ Dia akan menikah dengan putri Bapak Kolonel  Cepy Setiadi sekembalinya dari Papua. Gedung juga sudah disewa di Taman mini. Namun saya meminta usai pesta di jakarta juga buat  pesta di Sidikalang. Bukan karena uang namun melihat pangkatmu kami bangga. Kini calon menantuku datang ke rumah tetapi tidak jadi menantuku ” sebut Ibu ini  berurai air mata

Ibunda yang telah mendidik putera terbaik Dairi itu berpesan agar Papua Damai, hentikan pertikaian Cukup Saya Ibu Terakhir Menangis Kehilangan Anaknya di Papua. 

Pemakaman

Jenazah Capt.Inf.(Anm)  Erizal Zuhry Sidabutar dimakamkan Jumat (20/12) di taman makam Pahlawan Sidikalang dalam sebuah acara  militer. Sejumlah petinggi TNI dan Polri hadir memberikan penghormatan terakhir kepada putera terbaik Dairi itu.

Diantara ratusan yang hadir terlihat seorang perempuan Cantik mengenakan baju hijab hitam dengan kacamata hitam terlihat beberapa kali mengusap air matanya. Dialah Kladiaa calon istri alm Erizal yang telah berjanji akan menikah pada Arpil tahun depan.

Wanita yang menjadi pusat perhatian itu terlihat lemas menaburkan bunga diatas pusara  sang calon suami. Janji suci yang akan membina mahligai rumah tangga sekembalinya dari Papua sirna sudah. Di akun IG nya tertulis kata kata tegar ikhlas melepas sang kekasih menghadap Ilahi. Mereka merupakan orang terakhir meninggalkan pusara sang calon suami.  Seuntai doa dipanjatkannya sebelum akhirnya kembali menyeka pipinya. Sebuah kisah  kasih tak sampai menutup perjalanan seorang calon jendral “ Parsidikalang” itu. Selamat Jalan Capt.Inf.(Anm)  Erizal Zuhry Sidabutar. (Hen)