Kriminal

Hukum Kebiri Kimia Sah, Ini Terpidana Pertama

M. Aris Terpidana Pertama hukuman kebiri kimia

Jakarta- Dairi Pers: Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak.

Regulasi ini merupakan turunan dari Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2OO2 tentang Perlindungan Anak tersebut, ditandatangani dan ditetapkan Jokowi pada 7 Desember 2020.

Muhammad Aris pria berusia 21 tahun  menjadi terpidana pertama yang divonis hukuman kebiri kimia. Karena hukuman tersebut, Aris yang ditahan di Lapas Mojokerto dipindah ke Lapas Porong Kabupaten Sidoarjo.

Terpidana pemerkosaan sembilan anak ini dipindahkan sejak 3 Desember 2020 lalu dengan alasan keamanan. Warga Dusun Mangelo, Desa Mangelo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto ini dipindah ke Lapas Porong, Kabupaten Sidoarjo bersama 15 narapidan lain yang telah divonis hukuman di atas 10 tahun dan terpidana mati.

Pemindahan dilakukan karena Lapas Kelas 2b Mojokerto hanya memiliki pengamanan setingkat medium sekuriti.

“Tanggal 3 Desember kami pindah ke Lapas Porong, karena Lapas Mojokerto medium sekuriti. Kami pindah ke lapas dengan maksimum sekuriti,” kata Kepala KPLP Lapas Mojokerto Disri W Agustomo, Senin, 4 Januari 2021.

Pekerjaan Aris sehari-harinya adalah tukang las di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim). Aksi jahat Aris itu dilakukan sejak tahun 2015.

Disri mengatakan, Muhammad Aris hanya menjalani hukuman selama sembilan bulan di Lapas Mojokerto. Selama di lapas itu, dia dinilai bersikap baik.  Aris juga tidak tertekan meski divonis hukuman kebiri karena perbuatannya mencabuli dan memperkosa anak di bawah umur.

Sebelumnya Aris ditahan di sel khusus karena nyawanya dikhawatirkan terancam jika ditahan bersama terpidana lainnya. Namun setelah tiga bulan di dalam lapas, Aris sudah ditahan di sel tahanan bersama terpidana lainnya.

Aris menjadi warga Indonesia yang pertama kali divonis hukuman kebiri kimia.

Berdasarkan putusan pengadilan, terpidana kasus pelecehan dan kekerasan anak itu juga harus mendekam di penjara selama 12 tahun. Selain itu, Aris dikenakan denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan.

Bisa Lolos

Muh Aris menjadi orang pertama di Indonesia yang menerima hukuman kebiri kimia. Namun tahukah anda, pemuda berusia 22 tahun asal Kabupaten Mojokerto itu mempunyai peluang untuk lolos dari kebiri kimia.

Hanya saja terdapat celah pada PP nomor 70 yang memberi peluang bagi predator anak, seperti Aris untuk lolos dari kebiri kimia. Karena terpidana tidak serta merta menjalani tindakan tersebut setelah bebas dari pidana pokok.

Aris harus lebih dulu menjalani rangkaian penilaian klinis. Penilaian klinis ternyata menjadi tahap awal pelaksanaan kebiri kimia. Pada pasal 7 ayat (2) PP nomor 70 tahun 2020 dijelaskan penilaian klinis meliputi wawancara klinis dan psikiatri, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.

Tahap ini dilakukan oleh tim medis dan psikiatri yang ditunjuk jaksa bersama Kemenkes paling lambat 9 bulan sebelum Aris bebas dari pidana pokok. Yaitu pidana pokok 12 tahun penjara terhitung sejak dia ditahan pada Mei 2018.

Penilaian klinis yang akan menentukan Aris layak atau tidak menjalani hukuman kebiri kimia. Tentu saja untuk melakukan penilaian klinis terhadap Aris, tim medis dan psikiatri membutuhkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) yang mengatur kriteria layak atau tidaknya seorang terpidana dihukum kebiri kimia.

“Itu (kriteria layak atau tidak narapidana dikebiri kimia) di PP nomor 70 belum dijelaskan, akan dijelaskan di peraturan menterinya (Permenkes),” kata Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto Ivan Yoko Selasa (5/1/2021). (Hen)