Peristiwa

Hog Cholera Jadi Masalah Besar, Jansen Sitindaon : Begini Jalan Keluarnya

Jansen Sitindaon

Jakarta- Dairi Pers : Anak Dairi yang kini menasional Jansen Sitindaon menyebutkan serangan virus Hog Cholera kepada ternak Babi telah menjadi masalah besar umumnya bagi masyarakat Batak beragama nasrani.  Sisi pendapatan dan adat istiadat  menyertainya, saya fikir HKBP dan gereja lainnya harus dilibatkan. Jika perlu libatkan dokter dari luar misalnya jerman untuk mengatasi hal ini.

Demikian Jansen Sitindaon  kepada Dairi Pers Rabu (12/2) . Pria kelahiran Dairi yang  kini  petinggi partai Demokrat itu menyebutkan masalah Hog Cholera yang menyerang ternak masyarakat telah berdampak multi dimensi. Bagi masyarakat Batak beragama Nasrani ternak babi menjadi budaya karena dibutuhkan mulai seorang anak lahir hingga menikah. Dalam adat istiadat ternak ini kerap diikutkan sebagai bagian dari pada pesta.

Sebagai jemaat HKBP saya kira sudah saatnya HKBP terlibat meminta dokter jerman ikut meneliti dan mengatasi masalah ini.   Mungkin dapat dimulai dari mengumpulkan dokter dokter hewan yang masih jemaat HKBP. Selanjutnya diatur dan di manajemen bagaimana mengatasi masalah ini. Bukan hanya HKBP masih banyak saudara lainnya dari gereja HKI, GBKP, GBKP, GKPS dan lain bisa dilibatkan. Saya fikir ini bisa menjadi salah satu alternatif mengatasi masalah yang tengah dihadapi rakyat khususnya Batak beragama Nasrani, jelasnya.

Dikatakan Jansen jika jemat gereja dilibatkan tentunya bisa meluas bahkan mungkin minta tolong kepada “ Saudara tua” jerman untuk melibatkan dokter hewannya mengatasi masalah Hog Cholera ini, tambahnya.

Hog Cholera

Serangan virus Hog Cholera terhadap ternak Babi  di sumut sudah berlangsung lebih dari pada setengah tahun. Ternak babi yang mati mendadak itu telah berdampak luas terhadap sisi kehidupan masyarakat khususnya batak nasrani.

Pengaruh terhadap sendi perekonomian karena  masih banyak menjadikan ternak ini sebagai mata pencaharian . Demikian juga pengaruhnya terhadap rumah makan Batak yang berdampak banyak yang akhirnya tutup karena susahnya pasokan serta ketakutan mengkonsumsinya.

Puncaknya selasa (11/2) ribuan orang melakukan unjuk rasa damai di Medan meminta pemerintah lebih sigap dan secepatnya menangni virus ternak babi tersebut. Ternak ini disebutkan sudah melekat dalam kehidupan dan adat istiadat sebahagian suku si Sumatera Utara.  Mereka meminta penyelamatan ternak babi karena sudah berpengaruh pada banyak sisi kehidupan . (Ipen)