Kriminal

Hmm…Cantik Cantik Dijual Online Rp. 300 Ribu

Wanita muda yang digaruk polisi dalam prostitusi online

Bandung- Dairi Pers :  Polresa Bandung mengungkap praktek protistusi online. Kali ini dengan modus berbeda wanita yang dijula ditempatkan di Apartemen. Wanita berusia antara 18 Tahun hingga 25 tahun itu dijual dengan haraga murah Rp. 300 ribu – Rp. 400.000 untuk sekali kencan. Mereka dipasarkan melalui apalikasi Mi Chat.

M Taufik Ismail (20) dan Deri Indriana (26), dua pemuda Kota Bandung, diringkus petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung. Keduanya diduga menjadi mucikari prostitusi online di sebuah apartemen di kawasan Cihampelan, Kota Bandung, Jawa Barat, dengan tarif Rp300.000-Rp400.000.

Kasus prostitusi online ini terungkap berkat laporan masyarakat kepada anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung pada Sabtu 12 Desember 2020 malam. Informasi tersebut ditindaklanjuti dengan penyelidikan oleh personel Satreskrim Polrestabes Bandung.

Petugas menuju apartemen di kawasan Cihampelas, Kota Bandung. Kemudian petugas menggerebek tower D dan B apartemen yang dijadikan tempat untuk melayani para pria hidung belang itu. 

Saat digerebek, di dalam kamar ada orang yang sedang berbincang-bincang dan akan melakukan persetubuhan. Namun perbuatan itu belum sempat dilakukan.

“Tapi orang itu sudah membayar sehingga dilakukan penangkapan kepada para pelaku, baik mucikari maupun wanita (diduga pekerja seks komersial/PSK) yang ada di situ,” kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya didampingi Kasat Reskrim Kompol Adanan Mangopang di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Senin (14/12). 

Selain menangkap pelaku, polisi menyita uang tunai Rp700 ribu, dua kartu akses dan kunci apartemen, kondom siap pakai, dan dua unit telepon seluler (ponsel) milik pelaku M Taufik Ismail (20) dan Deri Indriana (26).

Kemudian, ujar Kombes Pol Ulung, berdasarkan hasil penyidikan, dua orang dijadikan tersangka dalam kasus prostitusi online ini, yaitu, M Taufik Ismail (20) dan Deri Indriana (26). 

Muhamad Taufik Ismail merupakan warga Jalan Jatayu, Gang Hanura RT 05/05, Kecamatan Andir, Kota Bandung, dan Deri Indriana warga Kampung Cimuncang RT 01/08, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.”Dua pria ini jadi mucikari kasus prostitusi online dengan modus menawarkan perempuan melalui aplikasi MiChat. Mereka digrebek di salah satu apartemen di Jalan Cihampelas, Kota Bandung, pada Sabtu (12/12) bersama empat perempuan yang jadi korban,” ujar Kombes Pol Ulung.

Kapolrestabes Bandung menuturkan, keempat perempuan yang “dijual” tersangka antara lain, berinisial Ds (18) warga Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB); Na (22) warga Kecamatan Sindangrasa, Kabupaten Ciamis; Nrr (25) dan Ram (18) warga Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.

“Pelaku M Taufik dan Deri, menawarkan korban dan menyediakan tempat untuk open BO (boking out) melalui media sosial MiChat. Pelaku mengambil keuntungan dari korban atas pembayaran yang diterima dari tamu yang berkunjung ke apartemen itu,” tutur Kapolrestabes Bandung.

Dari pengungkapan kasus ini, kata Kombes Pol Ulung, di tower B kamar 0325 tamu membayar tarif layanan seks Rp300.000. Sedangkan di tower D kamar 2112, tamu memberikan uang jasa Rp400.000.

“Korban tersebut mendapat tamu dengan cara ditawarkan oleh masing-masing pelaku yang disebut dengan alter atau mucikari. Motif pelaku melakukan prostitusi online untuk mencari keuntungan. Yang pasti empat perempuan itu berstatus korban. Terhadap tersangka terancam pidana penjara 1 tahun,” kata Kombes Pol Ulung. (Hen)