Hukum

Hina Suku Pakpak, PB LKP Adukan Akun Mardi Situngkir

Surat Pengaduan PB LKP dan akun yang menyebut Mardi Situngkir

Sidikalang- Dairi Pers : Pengurus Besar Lembaga Kebudayaan Pakpak (PB LKP) mengadukan akun Mardi Situngkir  yang membuat komentar berbau SARA dan penghinaan kepada suku Pakpak. Komentar itu dibuat dalam group PBB.  Komentar bernada penghinaan dan kalimat kotor itu membuat Ketua PB LKP Umar Ujung langsung mengadukan akun tersebut ke Polres Dairi Senin (24/2).

Ketua PB LKP Dairi menyebutkan sangat menyesalkan tindakan akun yang bisa menyeret ke masalah SARA tersebut . “ Suku manapun tidak ingin dihina , diredahkan bahkan disepelekan. Sejak tadi malam semua anggota PB LKP sudah berdatangan dan membuat reaksi mencari pemilik akun diatas. Namun saya sebagai ketua Umum PB LKP memutuskan untuk menempuh jalur hukum saja dulu” sebutnya.

Di sekretariat PB LKP Umar Ujung menyebutkan  hingga kini masih bersifat taat hukum dan percaya aparat akan menjalankan hukum dan mengusut tuntas sekaitan dengan penghinaan ini. Namun tegas saya sampaikan jika dalam jangka waktu tertentu tidak ada perkembangan maka kita juga punya cara untuk mendapatkan pemilik akun tersebut “ sebutnya dengan nada tinggi.

Didampingi sejumlah pengurus PB LKP Umar Ujung menjelaskan mengadukan akun tersebut sesuai UU ITE dan berharap secepatnya kepolisian untuk melakukan tindakan dan menyeret pelaku untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Saya sudah mintakan semua organisasi dan anggota untuk menahan diri tidak melakukan tindakan anarkis andai juga pemilik akun itu diketahui.  Namun kami meminta Polisi dapat lebih cepat menangani ini. Karena ini sangat berpotensi membesar jika tidak secepatnya aparat turun tangan “ sebutnya

Mardi Situngkir

Naiknya temperamen  PB LKP sehubungan dengan Postingan  di group PBB “ sama Batak terus mengaitkan mengaku dengan marganya. Dia Itu Salto (Slah Total) masak burung pidong disamakan dengan ruak ruak.

Jadi buat sahabat yang diklem dan didoktrin dengan pembatakan . katakan darah nenek moyangmu aja beda dengan kami . Jadi jangan bodohi dengan sejuta cerita karanganmu ya. Njuah juah Pakpak , dari suak Simsim Melana ke Bandung.

Kemudian dalam kolom komentar masuk Mardi Situngkir membuat komentar bernada kasar dan kalimat kotor yang tidak pantas. Spontan atas komentar itu akhirnya terjadi pro kontra di pembaca.

Reaksi keras juga muncul dari elemen organisasi suku Pakpak untuk mendesak aparat menyelesaikan masalah ini sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. (Hen)