Kabupaten Pakpak Bharat Kriminal

Hayo Jantungan… Mahasiswa Karo Demo Desak Kapoldasu Tangkap Penyebar SARA di Pakpak Bharat

Aliansi Mahasiswa Karo Demo

Medan- Dairi Pers :  Aliansi Mahasiswa Masyarakat Karo – Kota Medan  melakukan demo di Poldasu Rabu (7/10)  mendesak Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin untuk segera menangkap pelaku penyebar isu suku, ras, agama dan antar golongan (SARA) di media sosial (medsos). Hal itu disampaikan Aliansi Mahasisw melakukan demo  Masyarakat Karo – Kota Medan dan masyarakat Pakpak Bharat saat melakukan aksi damai di Markas Besar Kepolisian Sumatra Utara (Mapoldasu).

“Kami berharap, agar pelaku penyebar isu SARA di Pakpak Bharat segera ditangkap. Karena kami tidak ingin ada perpecahan di Pakpak Bharat,”teriak salah satu pendemo saat berorasi dengan pengeras suara  Rabu (7/10).

Diktuip dari MT massa  mengungkapkan bahwa mereka sesama masyarakat Pakpak Bharat ingin hidup damai tanpa ada pertengkaran. Mereka menyebut, sesama warga negara Indonesia itu adalah sama, satu budaya, satu bangsa yang diikat dengan kebinekatunggal ika. “Jadi jangan biarkan mereka (pengadu-domba) berkeliaran di negara ini. Jangan biarkan mereka merajalela. Tangkap, hukum sesuai UU berlaku,”teriaknya

Spanduk putih bertuliskan tuntutan agar pelaku penyebar isu SARA di Pakpak Bharat ditangkap dibentangkan.

Bidhumas Polda Sumut Kompol RE Samosir yang menerima kedatangan massa aksi langsung mendengarkan aspirasi mereka. Iapun berjanji akan melaporkan aspirasi tersebut kepada Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin.

Sebelumnya, menjelang pemilihan kepala daerah (pemilukada) Kabupaten Pakpak Bharat, isu suku, agama, ras (SARA) mulai ‘dimainkan’ oknum timsukses calon kepala daerah tertentu. vidio penolakan dan ancaman terhadap ‘suku Karo’ agar tidak menggunakan hak pilihnya kepada salah satu calon kepala daerah .Kasus itu tengah ditangani  Polda Sumut atas dasar dua laporan masyarakat Pakpak Bharat bermarga Tarigan.

Girsang Tarigan (44) warga Traju Siempat, Rube, korban intimidasi oknum timses kepala daerah Pakpak Bharat juga telah membuat laporan ke Sentra Pelayanan Terpadu (SPKT) Polda Sumut. Ia melaporkan tim sukses (timses) calon kepala daerah Pakpak Bharat  dengan inisial “MLL” dengan undang-undang Informasi & Transasi Elektronik (ITE).

Girsang Tarigan menyebut kalau terlapor mengusirnya menggunakan isu SARA (Suku, Ras dan Agama). “saya berhak untuk melaporkan dia, karena saya dan masyarakat Suku Karo sangat sakit hati dengan pernyataan tersebut, apalagi pernyataan itu disebar di media sosial dan dilihat khalayak ramai,”sebut  Girsang di  SPKT Polda Sumut,Sabtu (3/10) silam.

Girsang berharap agar laporannya segera ditindak lanjuti Polda Sumut dan pelakunya diproses sesuai hukum berlaku. (Hen)