Hukum

Hari Anti Korupsi Internasional, Pemberantasan Harus Sampai Perbaikan Sistem

Bupati Dairi saat menempel stiker Anti Korupsi di Mobil

Sidikalang- Dairi Pers :  Dari pemetaan yang komprehensif terhadap akar masalah dan faktor – faktor terjadinya korupsi terdapat beberapa persoalan penting yang harus diwaspadai secara bersama. Modus operandi untuk melakukan korupsi saat ini, sudah sedemikian canggih karena telah memanfaatkan ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Disamping pula persoalan yang bersifat permisif sebagaian besar masyarakat terhadap korupsi, yang turut memberikan andil yang cukup besar sebagai faktor penghambat signifikan terbebasnya Negeri ini dari bahaya tindakan korupsi

Demikian Bupati Dairi DR Eddy Berutu saat membacakan sambutan jaksa agung dari peringatan Hari Anti Korupsi Internasional tahun 2019 dihalaman kantor Bupati Dairi Selasa (10/12) Upacara  ini dihadiri oleh Sekda Kabupaten Dairi Sebastianus Tinambunan, SH, M. Pd, Asisten dan Staff Ahli Pemkab Dairi, Pimpinan Opd Pemkab Dairi, Unsur Forkopimda Kabupaten Dairi, Jajaran ASN Pemkab Dairi, serta Pelajar tingkat SLTP dan SLTA.

Masih dalam naskah Jaksa Agung DR  Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan korupsi merupakan musuh bersama, maka barang tentu agenda pemberantasan korupsi harus merepresentasikan upaya yang melibatkan partisipasi semua komponen Bangsa, terlebih aparatur kejaksaan sebagai garda terdepan yang memiiki peran penting dan vital dalam penegakan hukum.

 “ Kejahatan korupsi diakui tidak hanya sebagai masalah yang kompleks, meluas, namun juga bersifat sistemik,” .Adanya tindakan korupsi kaena adanya system yang korup. Dengan system yang korup, tidak jarang dalam prakteknya pula memaksa individu untuk melakukan korupsi.

 Fenomena praktek korupsi yang melembaga ini, nyaris merasuki seluruh sektor kehidupan dan dilakukan secara berulang – ulang sehingga merusak sendi – sendi perekonomian dan menghambat pembangunan Nasional, “ sebutnya.

Oleh karena itu, Dalam hal penangan korupsi ini, tidak hanya semata – mata memerlukan langkah – langkah pemberantasan yang bersifat sinergis, komplementer, terintegrasi dan proporsional, namun orientasi penanggulangannya juga harus dapat memberikan mafaat bagi perbaikan system. Dengan demikian diperlukan upaya identifikasi dan analisa

Usai membacakan pidato Jaksa Agung, Bupati Dairi beserta Unsur Forkopimda Kabupaten Dairi menandatangani deklarasi hari anti korupsi yang disertai dengan memberikan bandana menolak korupsi kepada seluruh jajaran ASN Pemkab Dairi beserta menempelkan sticker pada kendaraan pribadi dan kendaraan Dinas Jajaran ASN Pemkab Dairi. (Ipen)