Hukum

Gerah Lihat ASN Muna “Seliweran”, Ucok Lumbangaol,SH: Tidak Bisa Diganti

Praktisi Hukum Ucok Lumbangaol,SH

Sidikalang- Dairi Pers :  Sejumlah oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkungan Pemkab Dairi yang diduga terlibat politik praktis dalam pilkada silam terus seliweran tampil “Munafik”  membuat gerah sejumlah pelaku politik lokal. Namun demikian praktisi hukum yang juga Pengacara Ucok Lumbangaol,SH menyebutkan aturan hukum tidak memperbolehkannya. Aturan 6 bulan sebelum dan sesudah pilkada tidak bisa dilakukan mutasi. Kecuali kalau jabatan itu kosong bisa dilakukan pengangkatan pejabat PLT  atau Pj.

Demikian disampaikan Ucok Lumbangaol yang diwawancarai Dairi Pers  kamis (13/6) di Sidikalang. Dikatakan lahirnya aturan itu  untuk kestabilan “ Jadi yang saya ketahui sesuai hukum yang berlaku penggantian, pengangkatan pejabat baru hanya bisa dilakukan terhadap jabatan yang memang kosong. Bisa karena pejabat lama sudah pensiun, berhalang tetap dan sebagainya yang membuat jabatan menjadi lowong. Dalam kasus demikian seorang kepala daerah bisa melakukan pengangkatan bahkan itu wajib dilakukan untuk berjalannya roda pemerintahan di OPD” jelasnya.

Saat ditanyakan batasan eselon jabatan yang bisa dimutasi atau diganti dikatakan Ucok Lumbangaol semua jabatan esolon termasuk kepala sekolah. “ Iyah sejak jabatan eselon dua hingga kebawahnya tidak bisa dimutasi maupun diganti. Termasuk kepala sekolah. Namun kalau memang kosong itu harus dilakukan pengangkatan sebagai Pelaksana Tugas atau pejabat. ” tambahnya.

Gerah

Sementara itu diketahui sejumlah politisi lokal yang sebelumnya bagian dari pertarungan pilkada Dairi menyampaikan rasa “gerah” melihat sejumlah oknum ASN yang berseliweran dengan gaya munafik. Mereka menyebut tingkah demikian sebagai gambaran kemunafikan karena dalam pilkada silam justru diduga kuat terlibat berpolitik praktis mendukung paslon cabup Dairi yang kalah.

Beberapa ASN diadukan ke Komisi ASN dengan bukti bukti keterlibatan dalam berpolitik di pilkada silam.  Tiba tiba yang didukung kalah. Lantas sekarang justru berseliweran dengan wajah munafik bertamengkan alasan loyalitas. Betapa enaknya manusia demikian sudah melanggar aturan netralitas. Tiba tiba kalah justru sama sekali tidak merasa salah mempertontonkan wajah munafik. Saya kira manusiawi yah kalau sejumlah tim pemenangan  merasa gerah melihat tingkah oknum ASN demikian” sebut Op Salomo Lumbangaol Ketua tim Napospos untuk Eddy Jimmy.

Hal senada juga disampaikan sejumlah pengurus marga yang tergabung dalam tim marga untuk kemenangan Eddy Jimmy yang menyebutkan gerah melihat sejumlah oknum ASN yang nyata nyata terlibat berpolitik dalam pilkada silam melalui foto fotonya justru kini terlihat paling dekat dan merasa “besar kepala” hanya karena  bertopengkan loyalitas. Bagaimana mungkin mentalitas oknum demikian bisa dipercaya?. Sama sekali tidak ada rasa malu bahkan merasa bersalah, sebut mereka.

Puluhan Eselon II Memasuki Pensiun

Informasi yang berhasil dikumpulkan Dairi Pers dari Badan Kepegawaian Daerah Dairi menyebutkan hingga Desember tahun ini dan tahun depan sekitar 11 pejabat eselon II dilingkungan pemkab Dairi sudah memasuki masa persiapan pensiun  diusia 58 Tahun. Mereka diantaranya Sekwan Dairi Drs. Wesly P Manullang, Kepala Bappeda Jubel Sianturi, Kaban Litbang Sahala Tua Manik dan lainnya. Sementara jabatan eselon II yang lowong yakni kepala Dinas Catpil dimana sebelumnya Rewin Silaban pensiun.

Sementara itu diperkirakan puluhan jabatan kepala sekolah di Dairi kini tengah lowong. Hal itu karena kepala sekolah yang lama sudah pensiun maupun berhalangan tetap. (Hen)