Kriminal

Gegara Durian, Anak Bunuh Ayah di Dairi

korban saat diperiksa di RSUD Dairi

Sidikalang- Dairi Pers : Musim buah durian tahun ini yang biasanya membuat senyum petani Durian. Tidak demikian dengan apa yang dirasakan keluarga Torang Pane warga Desa Lae Parira, kecamatan Lae Parira Kabupaten Dairi. Sang ayah Torang Pane (52) tewas ditangan anak kandungnya GP (26) jumat (7/2) sekira pukul 23.30 WIB di depan rumahnya. Sadisnya kejadian ini disaksikan keluarga.

Informasi yang berhasil dikumpulkan Dairi Pers di TKP menyebutkan malam naas itu warga tiba tiba mendengar suara teriakan ditambah suara riuh. Belakangan diketahui Torang Pane terkapar dengan bersimbah darah di depan rumahnya. Warga berupaya menyelamatkan korban dengan melarikan ke RSUD Sidikalang . Namun nyawa korban tidak tertolong.

GP merupakan anak kandung korban yang pada KTPnya tertulis beralamat di Jakarta barat. Diketahui pada pertengahan desember 2019 GP bersama istrinya br Sihite dan anaknya kembali  ke kampung untuk merayakan Tahun baru. Namun demikian GP akhirnya berbisnis durian karena memang di Dairi tengah musim durian.

Kapolres Dairi AKBP D Simatupang melalui Humas Polres Dairi Iptu Doni Saleh dalam keterangan persnya menyebutkan kronologi pembunuhan yang melibatkan anak kandung itu bermula jumat sekira 23.00 Wib anak korban GP (26) menghitung buah durian milik ibunya di depan rumah. Satu unit mobil pikup yang biasa dikemudikan GP berada diteras rumah.

Setahu bagaimana tiba tiba muncul ayah kandungnya Torang Pane melarang tersangka menghitung buah durian. Selanjutnya terjadi pertengkaran mulut dan GP menyuruh istrinya Br Sihite masuk ke dalam rumah untuk memberesi pakaiannya. Disebut sebut GP meminta istrinya memberesi pakaian untuk meninggalkan rumah.

Entah  bagaimana korban Torang Pane yang sempat meninggalkan arena pertengkaran mulut itu tiba tiba muncul dari samping rumah dan melempari tersangka GP dengan batu. Beberapa kalimat kasar dilontarkan korban yang berisikan agar anaknya pergi  meninggalkan rumah.

Tersangka GP tidak terima dengan perlakuan itu selanjutnya berlari ke mobil pik up yang diparkir depan rumah. Dari dalam mobil tersangka menarik pisau dan langsung mengejar ayahnya yang sedari tadi marah marah. Secara membabi buta tersangka menghujamkan senjata tajam ke tubuh dan kepala korban.

Korban yang sempat berlari ke seberang jalan depan rumahnya tiba tiba terjatuh dengan sejumlah luka menganga di tubuh dan kepalanya.  Warga setempat langsung berhamburan memberikan pertolongkan sementara GP lari bersembunyi di rumah tetangganya.

Selanjutnya personil Polsek Parongil tiba ditempat dan mengamankan pelaku dari rumah tetangganya. Sedang sang ayah yang sudah terkapar di larikan ke RSU Sidikalang. Sayang nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

Tersangka GP kini ditahan di mapolres Dairi dengan  sejumlah barang bukti. Polisi juga sudah menginterogasi sejumlah saksi atas peristiwa sadis tersebut.

Sementara itu kondisi korban yang meninggal terlihat cukup sadis. Sejumlah luka menganga ditemukan di bandannya dan satu lobang menganga  bekas diduga senjata tajam berada di kepala bagian belakang. (Untung Angkat)