Kriminal

Gegara Buah Rambutan, Abang Adik Saling Bacok di Tigalingga

Tersangka Saat diamankan Polisi (Kanan) Korban saat dirawat di RSUD Dairi

Sidikalang- Dairi Pers :  Jarianto Pinem (50) dan Saparudin Pinem (40) warga Desa Lau Bagot, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi baku hantam hingga menggunakan sajam kamis (9/1) hanya karena  masalah panen buah rambutan. Sang abang Jarianto Pinem (50) kalah gesit hingga kritis ditikam sang adik. Meski diduga kuat awalnya sang abang yang memulai menarik sajam yang berada dipinggangnya.

Kapolres Dairi  AKBP Leonardo Simatupang, SIK melalui Kapolsek Tigalingga, AKP SP Siringo-Ringo SH didampingi  Kanit Res, Aiptu Bela Sembiring menguraikan sang adik Saparudin Pinem disebut sebut memanen buah rambutan di kebun milik sang abang Jarianto Pinem . Selanjutnya sang abang menjumpai adiknya yang tengah menunggui buah durian di kebunnya .

Setahu bagaimana kemudian keduanya terlibat adu mulut hinga diduga kuat awalnya sang abang menarik senjata tajam dari pinggangnnya dan menghujamkan ke arah adik. Saparudin yang berusaha menangkis serangan sang abang akhirnya terkena sabetan parang di lengannya.

Namun apes parang yang dihujamkan sang abang terlepas. Kesempatan itu dimanfaatkan adiknya merebut dan menguasa parang . Selanjutnya sang adik berbalik menyerang menggunakan parang yang direbutnya. Beberapa kali Saparudin Pinem menghujami tubuh abangnnya dengan parang yang membuat korban tersungkur bersimbah darah . korban di evakuasi ke Puskesmas Tigalingga dan selanjutnya  melaporkan kejadian itu ke Polsek Tigalingga.

Sementara sang adik diketahui kembali ke rumahnya yang berada di desa yang sama. Masih keterangan AKP Bela Sembiring polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP dan menayakan beberapa saksi yang melihat kejadian itu. Atas Infromasi itu polisi mendatangi rumah tersangka untuk melakukan penagkapan.

Namun polisi sempat kewalahan karena tersangka Saparudin Pinem tidak koperatif terus memegang parang dan tidak  mau menyerahkan diri. Meski dilakukan pendekatan agar tersangka menyerahkan diri namun tetap saja enggan menyerahkan diri.

 “Setelah kita berikan tembakan peringatan, pelaku baru mau meletakan parangnya dan menyerahkan diri. Pelaku selanjutnya kita bawa ke Polres untuk dimintai keterangan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Saat ini pelaku sudah kita tahan,” ujar  Bela.

Sementara itu korban Jarianto Pinem usai dievakuasi ke puskesmas Tigalingga namun dirujuk  ke RSUD Sidikalang. Belakangan diketahui karena lukanya cukup serius korban dilarikan  ke Rumah Sakit Efarina, Berastagi, Kabupaten Karo.

Informasi yang berhasil dikumpulkan dari warga setempat menyebutkan kalau tersangka pelaku temperamental yang sering terlibat selisih faham dengan keluarganya baik terhadap ayahnya maupun abangnya. Tersangka diketahui sudah bercerai dengan istri yang telah dikaruniai satu orang anak (Hen)