Politik

“ Gaya Guyu” Caleg di Dairi Memasuki Tensi Tinggi

Ilustrasi persaingan caleg di Dairi dengan berbagai gaya

Sidikalang- Dairi Pers : Berbagai gaya ditampilkan Caleg untuk mencuri hati rakyat Dairi sejak Januari 2019. Mulai dari pampangkan baligo hingga pertemuan door to door. Ada yang memberikan bantuan hingga kampanye bersama meski beda partai. Bukan hanya caleg untuk kursi DPRD Dairi . Caleg untuk Propinsi dan Pusat juga melakukan pendekatan dengan membangun jaringan. Beberapa caleg yang diawal menggebu kini mulai redup. “ Gaya guyu “ caleg di Dairi mulai memasuki tensi tinggi.

Pantauan Dairi Pers sejak minggu ke dua Januari 2019 sejumlah baligo caleg yang selama ini “tidur” tiba tiba muncul dan memadati pinggir jalan pada daerah pemilihannya. Sejumlah caleg yang awalnya menggebu kini mulai meredup diduga kesulitan dana.

Hal serupa juga terlihat dari tim sukses terjadi berbagai fenomena. Dahulunya mengagung agungkan seorang caleg tiba tiba mundur. Biasanya menggunakan mobil branded kini dilepas. Disisi lain sejumlah caleg potensial memang membangun jaringan. Persaingan antar tim sukses juga terjadi hingga beberapa diantaranya memilih mundur kemungkinan kena “gergaji” persaingan antar tim sukses .

Data yang dikumpulkan Dairi Pers memasuki Januari 2019 semakin sulit memprediksi caleg yang akan memennagkan pertarungan. Untuk level kursi DPRD kabupaten Dairi terlihat caleg baru lebih “berlari kencang” dibanding caleg yang kini menjabat petahana. Namun demikian dibeberapa nama Incumbent  justru terlihat  terlihat dapat mengatur ritme permainan.

Catatan Dairi Pers peta persaingan untuk kursi DPRD Sumut tahun ini dari Dairi tergolonglebih ringan karena terlihat sangat dominan sejumlah nama. Jatah 5 kursi DPRD Sumut dari Dapil 11 sumut yakni kabupaten Dairi , Karo dan pakpak Bharat sepertinya hampir dapat dipastikan nama yang berpeluang besar. Dari awal penetapan DCT (Daftar Calon Tetap) terlihat sejumlah nama tetap bertahan dalam kampanye dan promosi. Nama mereka juga sering disebut masyarakat. Pantauan Dairi Pers nama Remitha Sembiring dari Partai nasdem , Franc Bernhard Tumanggor dari partai Golkar, Toni Togatorop dari Hanura  masih menempati pembicaraan teratas di level masyarakat. Dari PDI Perjuangan nama Anwar Sani Tarigan bersaing dengan Sumihar Sagala.

Masih pantauan Dairi Pers caleg untuk posisi kursi Senayan sepertinya masih di dominasi nama Junimart Girsang, Dajrot Syaiful Hidayat , Jenri Sinaga dari PDIP . Nama Anton Sihombing, Dolly Tanjung  dari partai Golkar  dan Hinca Panjaitan dari partai Demokrat masih nama yang sering disebut sebut ditengah masyarakat.

Namun demikian untuk kursi DPRD Dairi terlihat sejumlah  caleg partai bersaing ketat. Bukan hanya partai lama namun caleg dari partai baru juga terlihat turut bersaing. Diperkirakan hampir separuh caleg dari total semua caleg kabupaten Dairi kini sudah aktif melakukan sosialisi dan pendataan calon pemilihnya.

Sementara itu metode dan cara yang digunakan caleg masih menggunakan pola lama seperti pendekatan marga, pendekatan organisasi ,suku, Pendekatan dari agama dan pendekatan dari golongan yang sama. Pemberian bantuan untuk rumah ibadah tahun ini terlihat sudah kurang . Namun pemberian bantuan untuk kalangan milineal seperti perlengkapan olahraga terlihat bertambah. Ada juga caleg yang memanfaatkan jaringan pilkada silam. Serta iming iming mengamankan posisinya dan menjadi jaringan berikutnya jika ikut membantu pemenangannya. Ada juga yang menjual nama Bupati terpilih.

Berbagai iming iming dilontarkan untuk menarik simpati. Persaingan juga semakin memanas dilevel masyarakat seiring banyaknya caleg yang bertarung. (hen)