Lokal

Galau VS Pasrah Ekpresi ASN Masuki Oktober

Barisan ASN Pemkab Dairi

Sidikalang- Dairi Pers : Oktober 2019 merupakan waktu yang paling ditunggu banyak orang di Dairi. Oktober merupakan waktu yang secara hukum melegitimasi Bupati dan wakil Bupati Dairi  dapat melakukan “perombakan” kabinet. Galau dan pasrah terlihat dari sejumlah ASN lingkungan pemkab Dairi. Terlebih diketahui sebanyak 6 OPD harus merger yang berdampak 84 orang pejabat eselon harus kehilangan jabatan.

Pantauan Dairi Pers  berbagai ekpresi dan sikap terlihat dari sejumlah ASN lingkungan pemkab Dairi. Meski umumnya  terlihat resah akan kehilangan jabatan di pemerintahan Eddy- Jimmy. Namun tidak sedikit juga terlihat pasrah dan tidak ambil pusing dengan jabatannya. Mereka yang sudah pasrah ini terlihat dari oknum oknum yang selama ini diduga  menduduki jabatan karena faktor kedekatan, famili dan hubungan lainnya terhadap penguasa sebelumnya.

Keresahan paling terlihat dari sejumlah ASN yang pada pilkada silam terang terangan  terlibat dalam dukungan kepada calon kepala daerah yang kalah. Mereka yang terlibat terang terangan dan didapat bukti visual dalam dukungan  lebih memilih pasrah.

Sementara itu di sekelompok oknum ASN terlihat ambisi bahkan disebut sebut akan menjabat di pemerintahan Eddy- Jimmy.

Sebelumnya telah terbit perda yang akhirnya melebur 6 Dinas yang selama ini dinilai cukup gemuk. Sebelumnya di Dairi ada 31 OPD. Dengan mergernya 6 dinas maka kini dalam pemerintahan Eddy Jimmy hanya ada 26 OPD.

OPD yang dimerger yakni Dinas Ketahanan Pangan bergabung ke Dinas Pertanian. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak menjadi satu dinas dengan  dinas Pengendalian Penduduk dan KB. Dinas Tenaga kerja bergabung dengan dinas perindagkop. Dinas Pemuda Olah Raga ke Dinas Pariwisata. Dinas Cipta Karya akhirnya satu dengan PU Binamarga. Sedang Badan Litbang bergabugn dengan Bappeda

Dari 6 Dinas yang dilebur diketahui sebanyak 84 pejabat eselon II, III dan IV kehilangan jabatannya pasca merger yang dilakukan. 6 Kepala dinas eselon II juga harus kehilangan jabatannya.

Standart Kinerja & Kemampuan

Sementara itu Bupati Dairi DR Eddy Keleng Ate Berutu menyebutkan tidak perlu khawatir karena standart yang dilakukan adalah kinerja dan kemampuan personil dalam membawa Dairi Unggul dalam harmoni keberagaman. “ Bagaimanapun janji masa kampanye untuk Dairi yang lebih baik, Dairi yang unggul sudah menjadi harga mati. Jadi personil yang bisa langsung menyesuaikan diri dan bekerja dengan baik menjadi alat penilaian” sebutnya

Dikatakan pemerintahan siapapun akhirnya harus bertanggung jawab terhadap janji yang sudah disampaikan kepada masyarakat. Maka menjadi suatu kewajiban pemimpin mencari dan menggunakan personil yang diniai mampu untuk mencapai tujuan yang sudah dijanjikan kepada masyrakat. Karena bagaimanapun kinerja pemimpin akan dipertanggung jawabkan kepada rakyatnya, pungkasnya. (Hen)